SUMENEP – Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, terus mengembangkan sektor perdagangan dan industri rumahan sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat. Salah satu produk unggulan yang menjadi identitas desa ini adalah kerupuk pattola, kuliner khas Sumenep yang semakin diminati sebagai camilan maupun oleh-oleh.
Berada di jalur utama yang menghubungkan pusat Kota Sumenep dengan Kecamatan Kalianget, Desa Marengan Daya memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan. Deretan pertokoan yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan turut memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat hingga saat ini.
Mayoritas warga menggantungkan penghasilan dari sektor perdagangan, termasuk memproduksi kerupuk pattola yang telah diwariskan secara turun-temurun. Aktivitas pembuatan hingga pengemasan kerupuk terlihat berlangsung di berbagai sudut permukiman warga pada Selasa (21/7/2026).
Baca juga: Dedi Mulyadi Ubah Sekolah Favorit Jadi Sekolah Maung, Fokus pada Prestasi Siswa
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Marengan Daya, Rudi Hariyanto, mengatakan kerupuk pattola telah menjadi sumber penghidupan utama sekaligus identitas ekonomi masyarakat desa.
“Sebagian besar warga kami memang hidup dari berdagang dan memproduksi kerupuk pattola. Ini bukan sekadar mata pencaharian, tetapi sudah menjadi identitas ekonomi desa yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.
Menurut Rudi, kerupuk pattola khas Desa Marengan Daya memiliki ciri khas berupa bentuk menyerupai gulungan mi kecil dengan tampilan warna yang menarik. Cita rasa gurih dan harga yang terjangkau membuat produk tersebut memiliki permintaan tinggi, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Sumenep, terutama menjelang hari raya dan musim liburan.
Baca juga: Penelitian Ungkap Strategi Pemasaran Wisata Madura Berbasis Kearifan Lokal dan Digital
Meski memiliki peluang pasar yang besar, para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses produksi. Salah satu tantangan utama adalah metode pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari sehingga produksi sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Selain itu, sistem pemasaran kerupuk pattola masih didominasi cara konvensional sehingga jangkauan pasar belum maksimal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Desa Marengan Daya mulai mendorong pemanfaatan teknologi pengeringan modern serta memberikan pelatihan pemasaran digital kepada para pelaku UMKM.
Baca juga: Kembangkan Pasar, Poklahsar Sumur Tumpang Giligenting Produksi Kerupuk Ikan Teri
“Melalui langkah ini kami berharap para perajin dapat menjaga stabilitas produksi sepanjang tahun sekaligus memperluas pemasaran kerupuk pattola hingga ke luar Madura,” kata Rudi.
Dengan dukungan inovasi teknologi dan pemasaran digital, Pemerintah Desa Marengan Daya optimistis kerupuk pattola mampu menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing lebih tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai informasi, Desa Marengan Daya memiliki luas wilayah sekitar 0,95 kilometer persegi atau 95 hektare. Desa ini berjarak sekitar 5–6 kilometer dari pusat Kota Sumenep dan terbagi menjadi tiga dusun, yakni Dusun Masjid, Dusun Pasar, dan Dusun Perumahan.
















