SUMENEP – Batik Canteng Koneng terus menjaga kualitas sebagai salah satu batik khas Kabupaten Sumenep, Madura, dengan mengutamakan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan membatik secara profesional. Proses mencetak pembatik yang andal bahkan membutuhkan waktu hingga dua tahun agar mampu menghasilkan produk sesuai standar kualitas.
Pengelola Batik Canteng Koneng, Yudi, mewakili owner Didik Hariyanto, mengatakan proses regenerasi pembatik menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, melatih tenaga kerja dari tahap awal memerlukan waktu panjang karena setiap pengrajin harus menguasai teknik membatik sekaligus memahami detail desain yang menjadi ciri khas Batik Canteng Koneng.
“Melatih pengrajin hingga benar-benar mahir membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua tahun. Kami selalu mengutamakan desain yang menarik dan kualitas produk agar tetap terjaga,” ujar Yudi bersama mahasiswa magang Uniba Sumenep, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: Disbudporapar Sumenep Siapkan Pusat Souvenir Keris, Perkuat Identitas Kota Keris
Yudi menjelaskan, kualitas yang konsisten menjadi strategi utama dalam membangun kepercayaan pelanggan. Produk batik dengan desain eksklusif diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat ketika dikenakan, sehingga promosi berlangsung secara alami melalui rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth).
Menurutnya, strategi tersebut selama ini cukup efektif membantu memperluas jangkauan pasar Batik Canteng Koneng tanpa harus bergantung sepenuhnya pada promosi berbayar.
Batik Canteng Koneng yang berdiri sejak 2011 juga mulai memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Namun, pemanfaatan platform digital tersebut masih difokuskan untuk meningkatkan brand awareness dan belum diarahkan secara maksimal sebagai kanal penjualan.
Baca juga: Sentra Mebel Desa Tenonan Sumenep Kian Berkembang, Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Warga
Yudi mengakui pihaknya belum mengoptimalkan penjualan melalui marketplace seperti Shopee. Kendala utama berasal dari karakter produk batik tulis yang bersifat unik, sehingga setiap motif hanya tersedia untuk satu produk dan memerlukan pembaruan katalog secara berkala.
“Kami belum aktif menggunakan marketplace karena setiap foto hanya mewakili satu produk. Pelanggan dari luar daerah seperti Surabaya, Jakarta, dan kota lainnya yang pernah datang langsung biasanya melakukan pemesanan ulang melalui WhatsApp,” jelasnya.
Saat ini, Batik Canteng Koneng menyasar kalangan pegawai, profesional, hingga pejabat sebagai target pasar utama. Perusahaan masih berfokus memproduksi baju batik atasan resmi yang banyak digunakan untuk kebutuhan rapat maupun aktivitas kerja.
Baca juga: Pengrajin Kayu Jati Giligenting Hasilkan Mebel Elegan Bernilai Seni Tinggi
Produk Batik Canteng Koneng dipasarkan dengan kisaran harga mulai Rp600 ribu hingga Rp5 juta per potong, sehingga menyasar segmen pasar menengah ke atas yang mengutamakan kualitas, eksklusivitas, dan nilai seni batik tulis khas Sumenep.
















