SUMENEP — Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Giligenting berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Guluk-Guluk menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus penutupan KKN di Kecamatan Giligenting, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya pengabdian mahasiswa Universitas Annuqayah di tengah masyarakat Giligenting. Selama kurang lebih satu bulan, para mahasiswa menjalankan berbagai program di sejumlah lembaga dan desa.
Mahasiswa mulai melaksanakan KKN sejak 24 Agustus 2026. Selama pengabdian, mereka menjalankan sejumlah program, terutama di bidang pendidikan agama.
Selain pendidikan, mahasiswa juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah penanaman sekitar 500 pohon mangrove di Desa Gedugan.
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap kelestarian lingkungan. Penanaman mangrove juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Setelah seluruh program selesai, mahasiswa KKN dijadwalkan kembali ke Universitas Annuqayah pada Selasa (22/9/2026).
IAA Giligenting Apresiasi Pengabdian Mahasiswa
Acara Maulid Nabi sekaligus penutupan KKN dipanitia oleh Daris Dzakwan dari pihak mahasiswa KKN. Sementara itu, dari IAA Giligenting, kegiatan dipimpin K. Miftahol Arifin, S.Pd.I.
Panitia menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, KH. Mohammad Ali Fikri, S.Ag., M.Pd.I., sebagai penceramah.
Dalam sambutannya, Daris Dzakwan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN Universitas Annuqayah di Giligenting.
Perwakilan IAA Giligenting, KH. Abdullah Anwar, S.Ag., M.Si., juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa. Ia menilai mahasiswa telah mengabdikan diri sekaligus menyalurkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Annuqayah.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada anak-anak KKN yang telah membantu menyalurkan ilmu yang telah diperoleh di Universitas Annuqayah kepada masyarakat Giligenting, khususnya di lembaga-lembaga yang ada di Giligenting,” ujar KH. Abdullah Anwar.
Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, program tersebut diharapkan dapat dilanjutkan oleh lembaga-lembaga setempat.
Menurut KH. Abdullah Anwar, penanaman sekitar 500 pohon mangrove di Desa Gedugan menjadi salah satu kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program tersebut menjadi salah satu jejak pengabdian mahasiswa selama berada di Giligenting. Karena itu, ia berharap mangrove yang telah ditanam dapat dirawat dan dikembangkan.
Tutup KKN dengan Pantun untuk Mahasiswa
Di akhir sambutannya, KH. Abdullah Anwar menyampaikan pantun khusus untuk para mahasiswa KKN. Pantun tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian mereka selama berada di Giligenting.
“Pergi ke sawah menanam padi, bunga melati harum mewangi. Terima kasih anak-anak KKN yang kami sayangi, jasa dan baktimu kami kenang dalam hati.”
Ia kemudian melanjutkan dengan pantun kedua.
“Jalan-jalan ke Kota Surabaya, membeli oleh-oleh buah kedondong. Waktunya pulang ke kampus tercinta, jangan lupa main ke Gili lagi dong.”
Universitas Annuqayah Sampaikan Apresiasi
Sementara itu, perwakilan Universitas Annuqayah, Dr. K. Ahmad Madji Tsabit, S.E.I., M.M., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di Giligenting.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pelaksanaan KKN terdapat sikap atau tindakan mahasiswa yang kurang berkenan.
“Semoga kehadiran anak-anak KKN bisa memberi warna baru di lembaga-lembaga yang ada di Giligenting,” tuturnya.
Dr. K. Ahmad Madji Tsabit menyampaikan bahwa sebanyak 60 mahasiswa mengikuti program KKN Universitas Annuqayah di Giligenting.
Para mahasiswa tersebut menjalankan berbagai program pengabdian selama berada di tengah masyarakat. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan.
KH Ali Fikri Dorong Program Lingkungan Dilanjutkan
Dalam ceramahnya, KH. Ali Fikri mengajak masyarakat Giligenting melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis mahasiswa KKN.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan sampah. Selama berada di masyarakat, mahasiswa menjalankan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
KH. Ali Fikri berharap program pemanfaatan sampah tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Sebaliknya, masyarakat dan lembaga setempat diharapkan terus memanfaatkan serta mengembangkan program tersebut.
Selain itu, KH. Ali Fikri mengajak masyarakat Giligenting membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Universitas Annuqayah menjadi salah satu perguruan tinggi yang dapat diajak berkolaborasi.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membantu melanjutkan sekaligus mengembangkan berbagai program yang telah berjalan di masyarakat.
Penutupan KKN Jadi Momentum Perpisahan
Kegiatan Maulid Nabi sekaligus penutupan KKN menjadi momentum perpisahan mahasiswa Universitas Annuqayah dengan masyarakat Giligenting.
Selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa telah menjalankan berbagai program pengabdian di sejumlah lembaga dan lingkungan masyarakat.
Selain menandai berakhirnya KKN, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi antara masyarakat Giligenting, IAA, Universitas Annuqayah, dan para mahasiswa.
Jejak pengabdian mahasiswa terlihat melalui program pendidikan, kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, hingga penanaman sekitar 500 pohon mangrove di Desa Gedugan.
Berbagai program tersebut diharapkan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Giligenting. Dengan demikian, pengabdian mahasiswa tidak berhenti setelah mereka kembali ke kampus.















