SUMENEP – Madura Ethnic Carnival (MEC) di Kabupaten Sumenep tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan kreativitas masyarakat. Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk menjaga keberlangsungan budaya Madura sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat luas.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan MEC memiliki peran penting dalam menjaga budaya Madura agar tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.
“Madura Ethnic Carnival ini adalah wadah pelestarian budaya, karena melalui kegiatannya ingin budaya Madura terus hidup, terkenal dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah perkembangan zaman,” kata Imam Hasyim di sela-sela pelaksanaan MEC di Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Imam, Madura memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Kekayaan tersebut mencakup pakaian adat, kesenian, tradisi, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.
Karena itu, ia menilai upaya menjaga budaya membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus warisan budaya.
Generasi Muda Jadi Pelaku Budaya
Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan apresiasi kepada peserta, seniman, komunitas budaya, serta masyarakat yang ikut memeriahkan Madura Ethnic Carnival.
Para peserta menghadirkan berbagai kreativitas dengan kemasan yang menarik tanpa menghilangkan unsur tradisional yang menjadi ciri khas budaya Madura.
Imam berharap kegiatan seperti MEC dapat mendorong generasi muda mengambil peran langsung dalam menjaga sekaligus mengembangkan budaya daerah.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku dalam menjaga dan mengembangkan budaya, dengan harapan warisan budaya kita tidak hanya menjadi sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan generasi muda akan membantu memastikan tradisi lokal tetap relevan di tengah perubahan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.
MEC Promosikan Potensi Sumenep
Selain menjalankan fungsi pelestarian budaya, Madura Ethnic Carnival Sumenep juga membuka peluang promosi potensi daerah.
Kegiatan tersebut dapat memperkenalkan seni, tradisi, dan berbagai kekayaan budaya Madura kepada masyarakat dari luar daerah. Pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat mengenal Sumenep melalui kegiatan budaya yang dikemas secara kreatif.
Pemkab Sumenep juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan kegiatan seni dan budaya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan tradisi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan potensi ekonomi berbasis budaya.
Imam mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga budaya Madura sebagai bagian dari identitas daerah.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga budaya bersama-sama. Jadikan budaya sebagai identitas, kebanggaan dan kekuatan untuk membangun daerah,” pungkas Imam.
















