SUMENEP — Kabupaten Sumenep akan menjadi ruang pertemuan para raja, sultan, pangeran, dan kerabat kerajaan dari berbagai wilayah Indonesia dalam gelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026.
Sejumlah tokoh kerajaan dari Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Banten, Yogyakarta, Maluku Utara, hingga Sumenep telah menyatakan atau dijadwalkan hadir dalam agenda budaya tersebut.
Kehadiran para bangsawan Nusantara akan memberikan warna berbeda pada pelaksanaan MEC 2026 yang mengangkat tema “Keraton Sumenep”.
Salah satu tokoh yang memastikan kehadirannya yakni PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH., M.H., Sultan Sekala Brak yang Dipertuan ke-23 Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong, Lampung. Ia juga tercatat sebagai salah satu deklarator Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).
Dari Maluku Utara, panitia mencatat kehadiran PYM Ahmad Sjah, Sultan Jailolo dari Kesultanan Jailolo, Halmahera Barat. Sementara Kalimantan Timur mengirim PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun, Sultan Gunung Tabur.
Rombongan Kerajaan Cirebon Bawa Seni Pertunjukan
Perwakilan dari Cirebon juga akan ikut meramaikan MEC 2026. PYM Pangeran Handi, SE., MM., Raja Kaprabon XI, dijadwalkan datang bersama rombongan penari dan kru.
Rombongan tersebut tidak hanya menghadiri kegiatan, tetapi juga membawa seni pertunjukan yang akan menambah kekayaan budaya dalam rangkaian Madura Ethnic Carnival 2026.
Dari Sulawesi Selatan, beberapa tokoh kerajaan yang masuk dalam daftar undangan antara lain YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka dari Kerajaan Gowa dan YM Andi Mardiani We Padauleng Karaeng Suginna, S.Pd., M.Pd., KaOpuan Benteng Selayar.
Panitia juga mencatat sejumlah tokoh lain, seperti YM Roswati Lasimpala dari Kerajaan Gorontalo, YM Tb Suroso dari Kerabat Kesultanan Banten, serta YM KRAy T. Roro Fitria dari Kerabat Kesultanan Yogyakarta.
Dari lingkungan Puro Pakualaman Yogyakarta, YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo, yang menjabat Sekretaris Jenderal MAKN, juga dijadwalkan hadir.
Sementara itu, unsur Dewan Pakar MAKN akan diwakili YM Dr. Ir. Andi Muhammad Isradi Zainal, MT., MH., MM., DESS., M.KKK., IPU dan YM RH Chandra. Panitia juga menjadwalkan kehadiran YM Soni Suharsono dari DPP MAKN Bidang Revitalisasi Cagar Budaya.
Kesultanan Sumenep turut mengambil bagian melalui kehadiran YM R. Yumei Sulistyo, Psi., MM., MNLP.
Bone dan Ternate Masih Dalam Koordinasi
Panitia MEC 2026 masih berkomunikasi dengan sejumlah kerajaan yang belum memberikan kepastian terkait kehadiran. Kerajaan Bone dan Kerajaan Ternate menjadi dua pihak yang masih menjalani proses koordinasi.
Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri, mengatakan panitia terus berkomunikasi dengan kedua kerajaan tersebut untuk memastikan keikutsertaan mereka.
“Kerajaan Bone dan Kerajaan Ternate masih dalam proses koordinasi untuk memastikan kedatangan mereka ke Kabupaten Sumenep dalam rangka MEC 2026,” kata Hariri kepada Media Center, Jumat (18/9/2026).
MEC 2026 merupakan agenda yang diinisiasi KJS bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep. Penyelenggara mengangkat tema “Keraton Sumenep” untuk memperkuat nuansa sejarah dan kebudayaan dalam perhelatan tersebut.
Menurut Hariri, pertemuan para tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah tidak hanya bertujuan memeriahkan karnaval. Forum tersebut juga dapat membuka ruang silaturahmi antarkerajaan serta pertukaran pengetahuan mengenai sejarah dan kebudayaan Nusantara.
“Kami berharap berkumpulnya para tokoh kerajaan dari berbagai wilayah dalam MEC 2026 tidak hanya menjadi panggung karnaval, tetapi menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan kembali beragam warisan sejarah Nusantara di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Madura Ethnic Carnival 2026 akan berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) malam. Panitia memilih sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, sebagai lokasi pelaksanaan, dengan panggung utama berada di depan Labang Mesem Keraton Sumenep.
Gelaran tersebut diharapkan menjadi ruang pertunjukan budaya sekaligus mempertemukan berbagai unsur sejarah dan tradisi dari sejumlah kerajaan Nusantara di Sumenep.
















