SURABAYA – Kementerian Perhubungan mencatat Provinsi Jawa Timur sebagai tujuan mudik tertinggi kedua secara nasional setelah Jawa Tengah. Survei terbaru menunjukkan sebanyak 27,29 juta orang atau sekitar 17,3 persen penduduk Indonesia akan bergerak menuju Jawa Timur pada musim mudik Lebaran 2026.
Kemenhub juga memproyeksikan pergerakan penumpang angkutan umum di Jawa Timur meningkat dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta orang atau naik 5,19 persen dibanding tahun sebelumnya.
Khofifah Koordinasikan Kesiapan Lintas Sektor
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, langsung mengoordinasikan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 bersama seluruh pemangku kepentingan di Surabaya, Sabtu (21/2/2026).
Khofifah memastikan jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, operator transportasi darat, laut, udara, hingga pengelola jalan tol memperkuat sinergi demi menjamin perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan selamat.
Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dan mitigatif, mulai dari kesiapan pos pengamanan (Pos PAM), Pos Terpadu, rest area, hingga pengawasan di titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan kawasan wisata.
“Kita harus bergerak cepat dan cermat. Koordinasi harus efektif dan responsif, terutama saat terjadi kecelakaan lalu lintas agar proses evakuasi tidak terlambat,” tegas Khofifah.
Pemerintah provinsi juga mengoptimalkan layanan puskesmas 24 jam yang terhubung dengan rumah sakit terdekat guna mempercepat penanganan darurat di jalur mudik.
Khofifah menginstruksikan kolaborasi intensif antara BPBD dan BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah selama musim hujan.
Di sektor penyeberangan, Pemprov Jatim menyiapkan skema khusus untuk mengurai kepadatan, terutama di Pelabuhan Ketapang. Aktivitas pelabuhan tersebut akan berhenti sementara selama perayaan Nyepi, mulai Rabu (18/3) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB.
Khofifah mengakui kebutuhan tambahan armada laut, khususnya untuk rute Jangkar menuju kepulauan Sumenep. Pemerintah daerah mengusulkan penambahan sekitar tiga kapal guna mengantisipasi lonjakan penumpang saat periode tersebut.
Selain itu, Pemprov Jatim kembali menghadirkan program mudik gratis, terutama bagi masyarakat kepulauan, termasuk fasilitas perjalanan arus balik.
Khofifah juga mendorong optimalisasi operasional Bandara Dhoho guna mengurai kepadatan di kawasan Mataraman. Maskapai Super Airjet kini melayani penerbangan tiga kali dalam sepekan dan memperluas akses mobilitas masyarakat serta pelaku usaha di wilayah selatan Jawa Timur.
Untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026, Pemprov Jawa Timur mengerahkan:
6.637 armada bus
148 trainset kereta api
302 pesawat udara
55 kapal laut
71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip
Pemerintah juga menurunkan 8.991 personel gabungan dari Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota, PT KAI, sektor laut, serta ASDP.
Khofifah optimistis sinergi lintas sektor mampu memastikan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan tertib, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung mobilitas jutaan masyarakat yang memilih Jawa Timur sebagai kampung halaman maupun destinasi liburannya.














