SUMENEP – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sumenep memasuki babak baru kepemimpinan. Dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-I yang digelar di Universitas PGRI Sumenep, Minggu (15/2/2026), Imam Syafi’ie terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KORMI Sumenep.
Proses pemilihan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Imam memperoleh dukungan penuh dari sembilan Induk Organisasi Olahraga (Inorga), menandai soliditas internal sekaligus harapan besar terhadap kepemimpinan baru.
Imam Syafi’ie menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan kelembagaan agar KORMI semakin dikenal masyarakat luas.
“Pada tahun pertama ini, kami akan memperkuat kelembagaan dan konsolidasi internal agar keberadaan KORMI semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan baru akan segera bergerak cepat menyosialisasikan berbagai program kerja dan event olahraga rekreasi guna meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Kami ingin langsung tancap gas. Program dan event olahraga rekreasi harus lebih masif diperkenalkan agar budaya hidup sehat semakin tumbuh di Sumenep,” tegasnya.
Muskab I KORMI Sumenep juga dihadiri Ketua KORMI Jawa Timur, Debi Sisilia Samoa, bersama jajaran pengurus dan pegiat olahraga rekreasi. Kehadiran pengurus provinsi menjadi sinyal dukungan terhadap penguatan organisasi di tingkat daerah.
Debi menilai terpilihnya Imam Syafi’ie secara aklamasi mencerminkan kepercayaan besar dari seluruh Inorga yang tergabung dalam KORMI Sumenep.
“Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi segar dalam menggerakkan gaya hidup sehat di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan internal, khususnya penguatan fungsi sekretariat sebagai pusat administrasi dan koordinasi kegiatan organisasi.
Sebagai informasi, KORMI merupakan organisasi keolahragaan nasional yang menjadi wadah berbagai Induk Organisasi Olahraga masyarakat. Organisasi ini telah berkembang di 38 provinsi dengan puluhan cabang di kabupaten/kota serta menaungi beragam Inorga dalam komisi olahraga kebugaran, olahraga tradisional dan kreasi budaya, serta olahraga petualangan dan tantangan.












