Edu  

Dedi Mulyadi Luncurkan Sekolah Maung untuk Kembalikan Kualitas Sekolah Negeri di Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menjelaskan program Sekolah Maung di Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) untuk meningkatkan kualitas sekolah negeri di Jawa Barat.

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluncurkan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) untuk mengembalikan kualitas sekolah negeri unggulan di Jawa Barat yang dinilai terus mengalami penurunan sejak penerapan sistem zonasi.

Dedi menilai sejumlah sekolah negeri favorit di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat kehilangan kualitas akademik dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, kondisi tersebut muncul setelah penerapan sistem zonasi yang mengubah pola penerimaan peserta didik baru.

“Sekolah yang dulu favorit sekarang mengalami penurunan kualitas sejak sistem zonasi berlaku. Daya dukung sekolah menurun, pembiayaan berkurang, dan kualitas akademik siswa yang masuk juga berubah,” kata Dedi, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Pemkab Sumenep dan Kejaksaan Negeri Jalin Kerja Sama Strategis di Bidang Hukum Perdata dan TUN

Ia mengungkapkan data dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan hanya sedikit sekolah negeri di Jawa Barat yang masih mampu mempertahankan predikat unggul. Salah satu sekolah yang dinilai tetap konsisten mempertahankan kualitas ialah SMAN 3 Bandung.

Menurut Dedi, penurunan kualitas sekolah negeri juga terlihat dari berkurangnya jumlah lulusan yang berhasil masuk perguruan tinggi ternama, termasuk Institut Teknologi Bandung.

“Coba cek jumlah siswa SMAN 3 Bandung yang diterima di ITB, sekarang menurun tajam. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, sekolah berkualitas hanya bisa diakses masyarakat mampu yang sanggup membayar sekolah swasta mahal,” ujarnya.

Melalui program Sekolah Maung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperkuat kembali kualitas sekolah negeri unggulan dengan memperbesar jalur prestasi dalam proses penerimaan siswa baru.

Baca juga: Pemprov Jatim Percepat Transformasi Digital, Targetkan Layanan Publik Terintegrasi dan Responsif

Pemprov Jabar akan memberikan porsi lebih besar bagi siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni.

Dedi menilai kebijakan tersebut lebih sehat dibanding praktik manipulasi data domisili yang kerap terjadi demi mengejar sekolah favorit melalui jalur zonasi.

“Kalau ada siswa ingin masuk SMAN 3 Bandung lalu memanipulasi alamat supaya terlihat sebagai warga sekitar, itu tidak baik. Karena itu kami memperbesar jalur prestasi,” katanya.

Dedi juga menegaskan Pemprov Jawa Barat menyiapkan solusi bagi masyarakat sekitar sekolah unggulan yang tidak tertampung melalui jalur zonasi.

Pemerintah daerah akan menggandeng sekolah swasta di sekitar Sekolah Maung untuk menampung siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Pemprov Jabar akan menanggung biaya pendidikan siswa melalui skema subsidi daerah.

“Sekolah swasta nantinya menampung siswa yang tidak masuk sekolah favorit, lalu Pemprov memberikan pembiayaan dan subsidi bagi masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.

Selain biaya pendidikan, Pemprov Jawa Barat juga mempertimbangkan bantuan tambahan lain untuk memastikan akses pendidikan berkualitas tetap terbuka bagi seluruh masyarakat.

Dedi menegaskan langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas sekolah negeri di Jawa Barat agar tetap mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kalau tidak mulai sekarang, dua sampai tiga tahun ke depan kita bisa kehilangan sekolah negeri unggulan,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *