SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak umat Hindu memperkuat semangat perdamaian dalam peringatan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Pura Segara Kenjeran, Surabaya, Minggu (3/5/2026).
Sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah menghadiri kegiatan tersebut. Khofifah menilai tema peringatan tahun ini memiliki pesan kuat tentang persatuan umat manusia di tengah situasi global yang penuh tantangan.
“Tema ini sangat kuat. Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan manusia sebagai satu keluarga di bumi. Kita harus mampu merasakan dan mewujudkan satu bumi, satu keluarga, meski kondisi global saat ini belum sepenuhnya damai,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan bahwa tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju” sangat relevan dengan kondisi dunia yang masih diwarnai konflik di berbagai wilayah.
Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebarkan doa dan energi positif demi terciptanya perdamaian dunia.
“Mari kita kuatkan doa agar Tuhan Yang Maha Kuasa menghadirkan kedamaian di bumi. Kita juga harus saling menyejukkan dan menebarkan kasih antarsesama manusia,” katanya.
Menurutnya, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga perdamaian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global, dengan memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghentikan konflik dan membangun harmoni.
“Momentum Dharma Shanti Nyepi ini mengajak kita semua, sebagai keluarga besar Jawa Timur, Indonesia, hingga dunia, untuk menghentikan perang dan membangun perdamaian,” tegasnya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Timur I Gusti Putu Raka Arthama menilai peringatan Dharma Shanti tahun ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan lintas agama.
Ia menyoroti rangkaian hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan, mulai dari Idul Fitri hingga Paskah, sebagai energi positif bagi kehidupan masyarakat.
“Momentum ini memberi vibrasi positif bagi Jawa Timur, Nusantara, dan dunia,” ujarnya.
Raka Arthama menambahkan bahwa tema yang diangkat mengandung pesan kuat tentang persatuan untuk mendorong kemajuan daerah.
“Kita adalah satu keluarga. Semangat ini harus menjadi dasar untuk berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan terhadap pembinaan kehidupan keagamaan dan pelestarian budaya umat Hindu.
Panitia mengisi rangkaian Dharma Shanti Nyepi Tahun Saka 1948 dengan berbagai kegiatan, seperti Dharma Wacana, doa Puja Tri Sandhya, pembacaan sloka suci Weda, serta pertunjukan seni budaya seperti Sendratari Asmara Jenggala dan Tari Sekar Jagat.














