BANGKALAN – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Bangkalan menghentikan sementara operasional empat dapur MBG. Tiga dapur dihentikan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar, sementara satu dapur di Kecamatan Blega dihentikan akibat dugaan keracunan massal.
Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menjelaskan bahwa tim melakukan langkah tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap kualitas pelaksanaan program.
“Dari empat dapur itu, tiga kami hentikan berdasarkan hasil inspeksi BGN karena sarana-prasarana belum memenuhi syarat. Satu dapur di Kecamatan Blega kami hentikan sementara karena dugaan keracunan dan masih menunggu hasil uji laboratorium,” ujar Bambang, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, tim akan membuka kembali dapur di Blega apabila hasil laboratorium menunjukkan bahwa sumber keracunan tidak berasal dari makanan. Namun, jika hasil uji membuktikan sebaliknya, BGN akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
Bambang juga memaparkan perkembangan program MBG di Bangkalan. Dari total 197 dapur yang telah memiliki identitas resmi, sebanyak 129 dapur sudah memiliki kepala SPPG. Dari jumlah itu, 112 dapur telah beroperasi dengan lancar.
“Sebanyak 13 dapur masih melengkapi kebutuhan lapangan, sementara 68 dapur lainnya berada dalam tahap persiapan pembangunan hingga penyelesaian,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang menyebut program MBG di Bangkalan telah menjangkau sekitar 328.017 penerima manfaat yang tersebar di 18 kecamatan. Penerima manfaat tersebut meliputi bayi, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Ia berharap penguatan pengawasan dan perbaikan fasilitas dapat memastikan program MBG berjalan optimal dan tepat sasaran di seluruh wilayah Bangkalan.














