Khofifah Dorong Penguatan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur

Khofifah Indar Parawansa memantau program makan bergizi gratis di sekolah Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di salah satu sekolah.

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama pemerintah kabupaten/kota memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan penerima manfaat tepat sasaran.

Khofifah mengajak kepala daerah untuk turun langsung memantau pelaksanaan MBG di berbagai titik, mulai dari sekolah hingga pondok pesantren. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas distribusi dan efektivitas program.

“Pendampingan langsung dari kepala daerah akan memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, baik dari sisi distribusi, mutu layanan, maupun ketepatan sasaran,” kata Khofifah di Surabaya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menilai pelaksanaan MBG yang sudah berjalan lebih dari satu tahun membutuhkan penguatan dan penyempurnaan. Khofifah mendorong daerah untuk meniru praktik terbaik yang sudah berjalan optimal, sekaligus memperbaiki kendala yang masih muncul.

“Daerah yang sudah menjalankan MBG dengan baik bisa menjadi referensi. Sementara itu, kita harus segera membenahi kekurangan yang masih terjadi,” tegasnya.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya sinergi antara SPPG, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan program. Program MBG sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pemenuhan gizi peserta didik.

Ia berharap program tersebut terus memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi siswa tetapi juga tenaga pendidik.
Sementara itu, Deputi BGN, Suardi Samiran, mengapresiasi komitmen Khofifah dalam mempercepat implementasi MBG di Jawa Timur. Ia menilai kepemimpinan Khofifah mampu mendekatkan program dengan kebutuhan masyarakat.

Suardi menegaskan pemerintah daerah harus aktif melakukan pemantauan dan penguatan implementasi MBG. Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari program tersebut yang dinilai mampu menggerakkan sektor lokal.

“Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pelibatan produsen lokal dan UMKM dalam rantai pasok pangan,” ujarnya

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *