SUMENEP – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep menggelar buka puasa bersama ratusan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Baznas tersebut menjadi bentuk apresiasi nyata kepada para pejuang kebersihan kota.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan penghargaan kepada Baznas yang menginisiasi kegiatan sosial di bulan suci Ramadan ini.
“Kami sangat mengapresiasi Baznas yang menghadirkan kegiatan penuh makna ini. Para petugas kebersihan memiliki jasa besar bagi masyarakat karena setiap hari mereka bekerja tanpa kenal lelah menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” ujar Fauzi di sela kegiatan.
Menurutnya, petugas kebersihan memegang peran vital dalam menciptakan lingkungan yang nyaman. Sejak pagi hari, mereka menyisir sudut-sudut kota demi memastikan kebersihan tetap terjaga. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai bentuk perhatian dan penghargaan bagi mereka.
Fauzi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya selama Ramadan. Ia menegaskan pentingnya semangat berbagi kepada warga yang membutuhkan agar nilai kebersamaan semakin kuat.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumenep Ahmad Rahman menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bagian dari program sosial Baznas untuk memperkuat nilai empati dan solidaritas.
“Melalui momentum Ramadan, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan penghargaan kepada para petugas kebersihan yang konsisten menjaga lingkungan,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mempererat sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat. Kolaborasi itu dinilai penting untuk membangun semangat gotong royong serta memperluas kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ahmad Rahman menambahkan, program sosial ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Baznas Sumenep berkomitmen menjadikan kegiatan berbagi sebagai gerakan berkelanjutan yang mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Momentum ini harus melahirkan empati dan memperkuat kebersamaan, sehingga semangat gotong royong benar-benar terasa di tengah masyarakat,” pungkasnya.













