SUMENEP – Rencana aksi demonstrasi yang semula akan digelar Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) di depan kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, berubah menjadi audiensi. Pertemuan berlangsung di ruang rapat lantai II DPRD Sumenep pada Selasa (2/9/2025) siang.
Sekitar 18 anggota dewan hadir dalam forum tersebut, termasuk pimpinan fraksi, serta unsur ketua dan wakil ketua DPRD. Dalam kesempatan itu, AMS menyampaikan aspirasi masyarakat terkait persoalan lokal maupun isu nasional.
Koordinator AMS, Ardianta Alzi Candra, menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk membuat kegaduhan, melainkan menyuarakan keresahan rakyat. Menurutnya, masyarakat semakin resah akibat praktik politisasi oleh sejumlah pejabat publik.
“Kami datang bukan untuk gaduh, tapi menyampaikan suara rakyat. Wakil rakyat seharusnya hadir menjawab persoalan, bukan menghindar,” tegas Ardi.
Dalam audiensi, AMS menyoroti kasus luar biasa campak di Kabupaten Sumenep yang disebut telah menewaskan sekitar 20 anak. Ardi mengecam DPRD yang dinilai abai dan tidak segera bertindak.
“Kalau itu anak bapak dan ibu sendiri, pasti marah dan kasihan. Tapi mengapa tidak ada satu pun dewan yang berani bicara atau memanggil Dinas Kesehatan? Di mana fungsi DPRD?” ucapnya.
AMS juga mendesak agar seluruh pimpinan DPRD hadir langsung. Mereka menilai pertemuan dengan perwakilan fraksi saja belum cukup memberi kepastian bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi, menjelaskan bahwa kasus campak sudah ditangani oleh Komisi IV DPRD. Saat ini, program imunisasi massal tengah dilaksanakan di seluruh wilayah. Ia juga membantah tudingan bahwa pimpinan DPRD sengaja menghindar.
“Ketidakhadiran seluruh pimpinan bukan karena menolak bertemu. Kami membagi tugas, sebagian hadir di audiensi, sementara dua pimpinan lain mengikuti rapat lain terkait Komisi Informasi,” jelas Indra.
Hingga berita ini diturunkan, audiensi masih berlangsung. AMS menegaskan akan terus mengawal persoalan campak hingga ada langkah nyata dari DPRD.
Sementara itu, aparat kepolisian terlihat berjaga mengamankan jalannya pertemuan. Sebelumnya, AMS sempat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sumenep pada Sabtu (30/8/2025) sore hingga malam hari. Namun, kali ini aksi massa beralih menjadi forum audiensi bersama para anggota dewan.













