Desa Jadung Sumenep Andalkan Investasi Perantau Jakarta untuk Perkuat Ekonomi Desa

Desa Jadung Sumenep mengembangkan pertanian dan peternakan dengan dukungan investasi para perantau Jakarta
Kepala Desa Jadung, Moh. Syakur

SUMENEP – Desa Jadung di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menunjukkan bagaimana tradisi merantau mampu menjadi penggerak pembangunan ekonomi desa. Mayoritas warga usia produktif memilih bekerja di Jakarta dan wilayah sekitarnya, sementara hasil usaha mereka kembali mengalir ke kampung halaman sebagai modal investasi di sektor pertanian, peternakan, dan pembangunan.

Kepala Desa Jadung, Moh. Syakur, mengatakan para perantau tidak hanya mengirimkan uang untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga menginvestasikan penghasilannya pada berbagai sektor produktif yang mendukung perekonomian desa.

Menurutnya, dana dari para perantau banyak dimanfaatkan untuk membeli alat pertanian modern, seperti traktor dan mesin pompa air, serta memenuhi kebutuhan pupuk berkualitas guna meningkatkan produktivitas lahan tegalan yang didominasi tanaman jagung.

Baca juga: Pertemuan Bulanan AKD Bluto Bahas DD dan Ketahanan Pangan 2025

“Sebagian perantau juga menitipkan modal kepada keluarga di desa untuk memelihara sapi Madura. Investasi ini menjadi tabungan bernilai tinggi yang dikelola di kampung halaman,” ujar Moh. Syakur, Jumat (10/7/2026).

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, arus investasi dari Jakarta juga mendorong perubahan kondisi sosial masyarakat. Rumah-rumah permanen yang berdiri di Desa Jadung menjadi bukti meningkatnya kesejahteraan keluarga yang memperoleh penghasilan dari anggota keluarga yang bekerja di luar daerah.

Meski demikian, Syakur mengakui tingginya angka perantau juga membawa tantangan bagi sektor pertanian. Berkurangnya tenaga kerja usia produktif menyebabkan sebagian lahan pertanian belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sepanjang tahun.

“Pekerja muda di sektor pertanian semakin berkurang karena banyak yang memilih merantau ke Jakarta. Akibatnya, masih ada lahan potensial yang belum tergarap secara optimal,” jelasnya.

Baca juga: Bumdes Serunai Jingga Desa Bringsang Giligenting Terus Berinovasi dengan Pembukaan Agen Laku Pandai

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Desa Jadung mulai memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai wadah investasi bagi para perantau. Pemerintah desa juga membuka peluang kerja sama pemasaran produk unggulan agar hasil pertanian maupun produk olahan desa dapat dipasarkan langsung ke wilayah Jabodetabek.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempersingkat rantai distribusi, meningkatkan nilai jual produk lokal, sekaligus memberikan keuntungan lebih besar bagi masyarakat tanpa bergantung pada tengkulak.

Sinergi antara para perantau yang bekerja di kawasan perkotaan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Desa Jadung menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan desa. Model ini sekaligus menunjukkan bahwa migrasi tidak selalu berdampak negatif, tetapi dapat menjadi sumber investasi yang memperkuat ekonomi lokal apabila dikelola secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, Desa Jadung memiliki luas wilayah sekitar 6,23 kilometer persegi atau 623 hektare, yang mencakup sekitar 9,83 persen dari total luas wilayah Kecamatan Dungkek. Dengan potensi lahan pertanian yang luas serta dukungan investasi dari para perantau, Desa Jadung terus berupaya membangun ekonomi desa yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Baca juga: BumDes Serunai Jingga Gandeng Karang Taruna Bringsang Buka Steam Motor, Buka Lapangan Kerja Pemuda

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *