SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai langkah awal meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.
Pesan itu disampaikan Bupati saat menyerahkan bantuan RTLH secara simbolis kepada warga di Kecamatan Lenteng dan Ganding, Selasa (28/7/2026).
Menurut Achmad Fauzi Wongsojudo, program perbaikan rumah merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep dalam menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca juga: Program Bhakti TNI AD 2026 Resmi Dibuka di Bangkalan, Target Bangun 33 Jembatan hingga 400 RTLH
“Rumah yang layak bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera. Karena itu, penerima bantuan harus memanfaatkan sekaligus merawatnya dengan baik,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, program RTLH menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumenep.
Ia berharap bantuan tersebut mampu mendorong masyarakat untuk terus bekerja dan berusaha meningkatkan taraf ekonomi keluarga sehingga semakin mandiri dan sejahtera.
Baca juga: Babinsa Koramil Dungkek Bantu Renovasi RTLH Milik Warga, Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat
“Pemerintah daerah bersama Baznas terus menghadirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Namun, keberhasilan program juga memerlukan partisipasi masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan dan terus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Achmad Fauzi menegaskan Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus berupaya memperluas cakupan program RTLH sesuai kemampuan anggaran daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berkeadilan, meningkatkan kualitas permukiman, serta mewujudkan kehidupan yang lebih layak dan sejahtera bagi masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Pemkab Sumenep dan Baznas Salurkan Bantuan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran di Giligenting
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Rahman, mengatakan penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada empat penerima manfaat. Setiap unit rumah memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta.
Ia menjelaskan, sejak Januari hingga Juni 2026, Baznas Kabupaten Sumenep telah menyalurkan bantuan rehabilitasi 66 unit Rumah Tidak Layak Huni milik warga kurang mampu.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak huni.
Baca juga: Pemkab Sumenep dan Baznas Perbaiki 66 Rumah Tidak Layak Huni Selama Semester I 2026
“Bantuan RTLH yang kami salurkan merupakan bentuk kepedulian Baznas kepada masyarakat kurang mampu agar dapat memiliki hunian yang lebih layak,” ujar Rahman.
Berdasarkan data Baznas Kabupaten Sumenep, rehabilitasi 66 unit rumah selama periode Januari hingga Juni 2026 menghabiskan anggaran sebesar Rp1,089 miliar.
Adapun rincian pelaksanaan program tersebut meliputi:
- Januari: 13 unit rumah.
- Februari: 15 unit rumah.
- Maret: 5 unit rumah.
- April: 14 unit rumah.
- Mei: 10 unit rumah.
- Juni: 9 unit rumah.
Program RTLH diharapkan terus berlanjut sebagai salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Baznas dalam meningkatkan kualitas permukiman serta mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah.
















