Wisata  

Polda Jabar Perketat Keamanan Destinasi Wisata, Kapolda Soroti Pemalakan yang Ganggu Wisatawan

Kapolda Jabar Pipit Rismanto menegaskan keamanan wisatawan di Jawa Barat
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyampaikan komitmen kepolisian memperkuat keamanan di kawasan wisata Jawa Barat.

BANDUNG – Jawa Barat terus menjadi tujuan wisata masyarakat berkat beragam destinasi alam, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir pantai. Sejumlah wilayah seperti Pangalengan dan Ciwidey di Kabupaten Bandung masih ramai menjadi pilihan wisatawan, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.

Namun, kenyamanan wisatawan dapat terganggu oleh aksi pemalakan yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan diri sebagai “bang jago”. Kondisi tersebut menjadi perhatian Polda Jawa Barat dalam menjaga keamanan kawasan wisata.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan kepolisian berkomitmen menjaga keamanan wisatawan sekaligus menindak berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pipit menyampaikan hal itu saat memberikan keterangan di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa (22/9/2026).

“Kami berkomitmen dan menjamin keamanan bagi siapa pun yang berada di Jawa Barat, baik yang berkunjung untuk berwisata, melakukan investasi, maupun bagi masyarakat Jawa Barat itu sendiri,” ujar Pipit.

Menurut Pipit, jaminan keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tarik Jawa Barat sebagai destinasi wisata. Hal tersebut juga berlaku bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke wilayah Jawa Barat.

Ia menyebut wisatawan dari sejumlah negara, termasuk Singapura dan Malaysia, sebagai bagian dari arus kunjungan yang perlu mendapatkan rasa aman selama berada di Jawa Barat.

“Kami ingin Jawa Barat menjadi daerah tujuan wisatawan, baik dari provinsi lain maupun mancanegara seperti Singapura, Malaysia, dan negara-negara lainnya,” katanya.

Keamanan Wisata Ikut Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Pipit menjelaskan, pertumbuhan pariwisata tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor jasa wisata. Meningkatnya aktivitas wisata juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi.

Menurut dia, tingginya aktivitas wisata dapat membuka pasar bagi berbagai komoditas lokal, termasuk buah-buahan dan sayuran yang dihasilkan para petani.

“Dengan hidupnya sektor pariwisata, hasil komoditas masyarakat seperti buah-buahan dan sayuran dari para petani dapat terserap dan dibeli. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menghidupkan seluruh sektor,” jelasnya.

Karena itu, Polda Jabar mendorong terciptanya kawasan wisata yang aman dan nyaman. Kepolisian juga melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai gangguan yang berpotensi merugikan wisatawan maupun pelaku usaha.

Polda Jabar Bawa Semangat Menjaga dan Merawat Jawa Barat

Dalam pelaksanaan tugas pengamanan, Polda Jabar mengusung semangat “Menjaga dan Merawat Jawa Barat”. Pipit menyebut pendekatan tersebut penting untuk menghadapi karakteristik Jawa Barat dengan jumlah penduduk besar dan persoalan sosial yang kompleks.

“Mengenai komitmen untuk ‘Menjaga dan Merawat Jawa Barat’, penting bagi kita untuk memahami kompleksitas permasalahan di wilayah ini. Jawa Barat memiliki jumlah penduduk yang sangat besar serta kompleksitas yang tinggi,” tegasnya.

Polda Jabar, lanjut Pipit, menerapkan sembilan Commander Wish dan empat prinsip kerja sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Jawa Barat.

“Oleh karena itu, kami menerapkan 9 Commander Wish dan 4 Prinsip Kerja untuk menjaga serta merawat Jawa Barat,” pungkasnya.

Penguatan keamanan di kawasan wisata tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi wisatawan sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *