CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan strategi untuk menghadapi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Selain mempercepat distribusi air bersih, Pemkab Cirebon merancang pembangunan sumur pantek atau sumur dalam di daerah yang rawan kekurangan air.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon H Hendra Nirmala membahas rencana tersebut dalam rapat pimpinan bersama seluruh kepala perangkat daerah di Ruang Paseban, Kantor Bupati Cirebon, Kamis (27/8/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Jati Hendra Chandra Saputra, Ketua Baznas Kabupaten Cirebon KH Ahmad Zaeni Dahlan, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Hendra mengatakan, Pemkab Cirebon saat ini memantau kondisi kekeringan di enam desa. Keenam wilayah tersebut yakni Desa Slangit, Kreyo, Cupang, Sampiran, Karangwuni, dan Widuhaji.
“Untuk kekeringan sampai hari ini ada enam desa. Di antaranya Desa Slangit, Kreyo, Cupang, Sampiran, Karangwuni dan Widuhaji. Laporan dari BPBD terus kami pantau,” ujar Hendra.
PDAM Cirebon Siapkan Air Gratis untuk Bantuan Kekeringan
Pemkab Cirebon bersama PDAM Tirta Jati juga membahas kebijakan khusus untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak. Pemerintah sempat mengusulkan keringanan biaya pengambilan air untuk mendukung distribusi bantuan.
Namun, PDAM Tirta Jati menawarkan langkah yang lebih konkret. Perusahaan daerah tersebut siap menyediakan air secara gratis bagi kendaraan BPBD yang menjalankan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Hendra mengapresiasi dukungan tersebut. Meski begitu, ia mengingatkan agar kebijakan gratis tidak berlangsung tanpa batas karena PDAM tetap harus menjaga kesehatan perusahaan dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Silakan mobil BPBD mengambil air di sini secara gratis untuk bantuan kekeringan. Tetapi ke depan jangan sampai terus-menerus, karena PDAM juga merupakan perusahaan yang harus tetap sehat dan memberikan kontribusi terhadap PAD,” jelas Hendra.
Pemkab Cirebon Fokus Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Hendra mengatakan Pemkab Cirebon belum menghitung dampak kekeringan terhadap lahan pertanian. Pemerintah masih memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pasokan air baku dan air bersih untuk konsumsi.
“Untuk dampak lahan pertanian belum kami hitung. Saat ini fokusnya masih pada kekeringan air baku atau kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkab Cirebon menggandeng sejumlah pihak. BPBD terus mendistribusikan air bersih, sementara Baznas Kabupaten Cirebon telah menyalurkan bantuan ke beberapa desa. Polresta Cirebon juga ikut memberikan dukungan dalam penanganan kekeringan.
Pemkab Cirebon Siapkan Sumur Pantek hingga 180 Meter
Selain penanganan darurat, Pemkab Cirebon menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang. Pemerintah berencana membangun sumur pantek dalam di sejumlah titik yang masuk kategori rawan kekeringan.
Pemkab Cirebon memproyeksikan kedalaman sumur mencapai 130 hingga 180 meter. Pemerintah berharap sumur tersebut mampu menyediakan sumber air alternatif saat musim kemarau.
“Daerah-daerah kritis nantinya akan kita bangun sumur pantek dalam. Harapannya, saat musim panas tiba, persoalan kekeringan bisa lebih tertangani,” pungkas Hendra.
Dengan kombinasi distribusi air bersih dan pembangunan sumber air baru, Pemkab Cirebon berharap masyarakat di wilayah rawan kekeringan memiliki akses air yang lebih terjamin, terutama saat musim kemarau.















