Wisata  

Madura Culture Festival 2026, Batuputih Sumenep Pamerkan Wisata dan Jejak Sejarah

Stan Kecamatan Batuputih menampilkan wisata dan budaya dalam Madura Culture Festival 2026
Stan Kecamatan Batuputih menampilkan potensi wisata, sejarah, budaya, dan kuliner lokal dalam Madura Culture Festival 2026 di Sumenep

SUMENEP – Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, membawa kekayaan wisata pesisir, budaya, hingga jejak sejarah ke ajang Madura Culture Festival 2026.

Meski berada di wilayah daratan, Batuputih memiliki karakter kawasan yang lekat dengan pantai dan laut. Potensi tersebut menjadi salah satu daya tarik yang diangkat Kecamatan Batuputih dalam gelaran budaya dan pariwisata tersebut.

Melalui stan yang disiapkan dalam Madura Culture Festival 2026, Kecamatan Batuputih memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan kepada masyarakat. Tiga di antaranya yakni Pantai Badur, Pantai Galung, serta situs yang diduga sebagai bekas Keraton Topote di Desa Batuputih Daya.

Pantai Badur dan Pantai Galung selama ini menjadi destinasi yang cukup dikenal di kawasan pantai utara Madura bagian timur. Sementara itu, kawasan bekas Keraton Topote menawarkan sisi sejarah yang berkaitan dengan cerita dan jejak peradaban masa lalu di Sumenep.

Camat Batuputih Mohammad Suharjono mengatakan pihaknya juga memperkenalkan Menara Suar Batuputih sebagai salah satu warisan sejarah yang berada di Dusun Bulu Timur, Desa Batuputih Daya.

“Selain tiga objek wisata unggulan tersebut, juga ada Menara Suar Batuputih, menara bersejarah di Dusun Bulu Timur Desa Batuputih Daya,” kata Suharjono kepada Media Center, Kamis (3/9/2026).

Tak hanya mengangkat destinasi wisata dan sejarah, Kecamatan Batuputih turut menampilkan kekayaan budaya masyarakat setempat. Salah satunya Ojung, kesenian tradisional yang menjadi bagian dari budaya Madura.

Batuputih juga memperkenalkan Kerrap Dheres, tradisi masyarakat yang mencerminkan semangat syukur dan kebersamaan. Beragam kuliner khas lokal turut mengisi stan untuk memperkenalkan cita rasa daerah kepada pengunjung.

Suharjono mengatakan keikutsertaan Batuputih dalam Madura Culture Festival 2026 menjadi kesempatan untuk menunjukkan identitas wilayah melalui wisata, sejarah, budaya, dan kuliner.

“Kita ingin tunjukkan melalui event ini, bahwa Batuputih bukan hanya tentang tempat. Tapi tentang cerita, budaya, dan kenangan yang akan selalu dirindukan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Sumenep untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Batuputih. Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap pariwisata lokal penting untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mengembangkan potensi wisata secara berkelanjutan.

“Kepada segenap masyarakat, khususnya Batuputih, mari kita lestarikan budaya, kenalkan sejarah, dan majukan pariwisata Batuputih,” kata Suharjono.

Melalui Madura Culture Festival 2026, Kecamatan Batuputih berharap semakin banyak masyarakat mengenal potensi wilayah tersebut. Promosi wisata dan budaya juga diharapkan mampu mendorong kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *