SUMENEP – Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, memanfaatkan gelaran Madura Culture Festival 2026 untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan produk unggulan desa kepada masyarakat luas.
Dungkek ikut ambil bagian dalam Pameran Desa Wisata yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026. Kecamatan yang berada di wilayah daratan Sumenep tersebut dikenal memiliki karakter pesisir dengan pantai, laut, serta sejumlah pulau kecil.
Dalam pameran itu, Kecamatan Dungkek menghadirkan stan dengan konsep minimalis yang tetap menonjolkan unsur kebudayaan lokal. Stan tersebut menampilkan beragam potensi yang dimiliki desa-desa di Kecamatan Dungkek.
Salah satu potensi yang menjadi daya tarik utama yakni Desa Wisata Oksigen Gili Iyang. Pulau Gili Iyang dikenal memiliki kekayaan wisata alam yang menjadi salah satu identitas pariwisata Kecamatan Dungkek.
Baca juga: Festival Desa Wisata Madura 2026 Dorong Potensi Desa dan Ekonomi Masyarakat Sumenep
Tak hanya mengandalkan sektor wisata, stan Dungkek juga memperkenalkan sejumlah produk kuliner tradisional. Salah satunya Lopes, makanan khas yang mendapat sambutan positif dari pengunjung.
Antusiasme pengunjung terhadap Lopes terlihat dari nilai penjualan yang cukup tinggi. Dalam satu malam, penjualan makanan tradisional tersebut mampu menembus lebih dari Rp1 juta.
Keberadaan stan Kecamatan Dungkek juga menarik perhatian jajaran pimpinan Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep, Wakil Bupati Sumenep, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, serta Ketua DWP Kabupaten Sumenep turut meninjau stan tersebut.
Baca juga: Babinsa Dungkek Pantau Pertumbuhan Padi untuk Sukseskan Program Swasembada Pangan
Camat Dungkek Ani Windarti, S.Sos., mengatakan keikutsertaan dalam Madura Culture Festival menjadi kesempatan penting bagi Kecamatan Dungkek untuk memperluas promosi potensi wilayah.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang bagi Kecamatan Dungkek untuk memperkenalkan lebih jauh berbagai potensi yang kami miliki, baik pariwisata, budaya maupun produk unggulan desa. Mudah-mudahan semakin banyak yang mengenal dan tertarik berkunjung ke Dungkek,” ujar Ani.
Menurutnya, promosi melalui kegiatan seperti Madura Culture Festival dapat membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal berbagai potensi desa di Kecamatan Dungkek.
Baca juga: Babinsa Koramil Dungkek Bantu Renovasi RTLH Milik Warga, Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat
Partisipasi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kecamatan Dungkek dalam mendorong pengembangan desa wisata dan produk lokal. Pemerintah kecamatan berharap peningkatan promosi dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Dengan mengangkat potensi wisata, budaya, dan kuliner secara bersamaan, Kecamatan Dungkek berupaya menjadikan kekayaan desa sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumenep.
















