JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tiba di Istana Élysée, Paris, Prancis, untuk menjalani kunjungan bilateral resmi dengan Presiden Emmanuel Macron, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan tayangan di akun YouTube Sekretariat Presiden, pemerintah Prancis menyambut kedatangan Prabowo dengan upacara kenegaraan resmi. Pasukan kehormatan memberikan penghormatan saat Prabowo turun dari kendaraan kepresidenan.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi putranya, Didit Hediprasetyo. Keduanya berjalan menuju lokasi penyambutan untuk menemui Macron yang hadir bersama istrinya, Brigitte Macron.
Prabowo dan Macron tampak berjabat tangan serta berbincang hangat sebelum melakukan sesi foto bersama di depan awak media. Kedua kepala negara kembali menunjukkan keakraban melalui jabat tangan saat sesi dokumentasi berlangsung.
Baca juga: Presiden Prabowo Targetkan Hukum Berkeadilan dan Kesejahteraan Merata bagi Rakyat Indonesia
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Prancis merupakan tindak lanjut dari undangan Presiden Macron yang telah disampaikan sebanyak dua kali.
Sugiono mengatakan, undangan pertama sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Namun agenda tersebut tertunda karena waktu pelaksanaan belum sesuai dengan jadwal kedua pemimpin negara.
“Ini merupakan undangan Presiden Macron yang sempat tertunda. Saat itu direncanakan berlangsung pada April, tetapi waktunya belum cocok,” ujar Sugiono dalam keterangan video yang diterima, Rabu (27/5/2026).
Menurut Sugiono, Macron kembali menyampaikan undangan kedua saat pertemuan bilateral sebelumnya bersama Prabowo. Undangan tersebut akhirnya dipenuhi Presiden Prabowo dalam kunjungan pekan ini ke Paris.
“Karena Presiden Macron sudah dua kali mengundang, maka Presiden Prabowo memenuhi undangan tersebut sebagai bagian dari kunjungan resmi kenegaraan,” jelas Sugiono.
Baca juga: Menlu Sugiono Sambut Kepulangan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla dari Israel
Ia menambahkan, kunjungan Prabowo ke Prancis juga menjadi kunjungan balasan atas lawatan Presiden Macron ke Indonesia sebelumnya.
Pertemuan kedua kepala negara tersebut diperkirakan membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor strategis, termasuk kerja sama pertahanan, ekonomi, investasi, dan pendidikan.














