JAKARTA -Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya membangun Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo menyampaikan pemerintah terus berupaya mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa melalui pembangunan yang berkeadilan dan merata.
“Kita ingin mewujudkan cita-cita nenek moyang kita, negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang makmur, baik, dan selalu mendapat ampunan serta anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Prabowo.
Presiden menekankan pentingnya menghadirkan hukum yang berlaku setara bagi seluruh warga negara, terutama masyarakat kecil dan kelompok yang selama ini berada pada posisi lemah.
Baca juga: Momen Prabowo Cari Kopi Saat Pidato di DPR Jadi Sorotan, Singgung Indomie hingga Kopiko
Menurutnya, negara harus memberikan perlindungan hukum yang adil tanpa membedakan kekuatan ekonomi maupun status sosial masyarakat.
“Negara harus menjamin keadilan bagi masyarakat yang paling tidak berdaya. Jangan sampai hukum yang adil hanya dirasakan mereka yang kuat dan memiliki banyak uang,” tegasnya.
Selain memperkuat penegakan hukum, pemerintah juga ingin membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan.
Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan terciptanya Indonesia yang makmur dan penuh keberkahan sesuai nilai luhur bangsa.
“Kita ingin melihat Indonesia yang setiap warga negaranya hidup rukun, damai, cukup sandang, pangan, dan papan. Kita ingin Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo,” katanya.
Di sektor pertanian dan kelautan, Presiden Prabowo ingin petani memperoleh hasil panen melimpah dengan harga jual yang menguntungkan. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui berbagai program pemberdayaan.
Baca juga: Rapat Terbatas di Hambalang, Prabowo Bahas Bea Cukai, Harga Pangan dan Penanganan Bencana
Ia menyoroti masih banyak nelayan yang mengalami kesulitan mendapatkan es batu dan bahan bakar solar untuk melaut. Karena itu, pemerintah akan membangun 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan peresmian 1.386 desa nelayan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, pemerintah akan membangun fasilitas pendukung seperti instalasi pembuatan es batu, cold storage, dan SPBU khusus nelayan di setiap kawasan desa nelayan.
“Para nelayan harus kita berdayakan karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengelola lautan Indonesia,” ujar Prabowo.
Di bidang pendidikan, pemerintah menempatkan peningkatan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama. Presiden menilai kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas dan semangat para tenaga pendidik.
Menurutnya, guru yang sejahtera akan mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter.
Pemerintah juga terus mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, Prabowo memastikan pemerintah memperkuat jaringan perlindungan sosial bagi masyarakat lanjut usia agar dapat menjalani masa tua dengan aman dan tenang.
“Kita ingin para orang tua dan masyarakat lanjut usia yang hidup sendiri tetap mendapatkan ketenangan hidup karena negara hadir melalui jaminan sosial yang memadai,” tuturnya.














