Pemerintah Belum Bentuk Satgas Khusus Karhutla, Tiga Batalyon Dikerahkan

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan penanganan Karhutla Indonesia
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

JAKARTA – Pemerintah belum berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih mengandalkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani karhutla. Menurutnya, langkah tersebut sejauh ini sudah berjalan cukup kuat.
“Saya kira belum ya, karena kemarin hasil dari lapangan, penanganan yang itu juga sudah koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat ya,” kata Prasetyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Pemerintah juga terus memperkuat penanganan di lapangan dengan menambah personel dan peralatan. Selain menyediakan alat pelindung diri (APD), pemerintah mengerahkan helikopter untuk melakukan operasi water bombing dari udara.
Prasetyo menyebut pemerintah juga telah mengirim tambahan personel dari tiga batalyon ke wilayah terdampak. Pemerintah melibatkan berbagai unsur untuk mempercepat pemadaman dan mengendalikan penyebaran api.
“Dan hari ini penambahan personel dari tiga batalyon juga sudah berada di lokasi. Memang kita sama-sama kita keroyok. Insya Allah enggak perlu kita bikin Satgas Khusus,” ujarnya.
Pemerintah Jalin Komunikasi dengan Malaysia dan Singapura
Selain menangani karhutla di dalam negeri, pemerintah juga membangun komunikasi dengan negara-negara tetangga yang ikut terdampak asap kebakaran.
Malaysia dan Singapura menjadi negara yang mendapat perhatian pemerintah karena asap karhutla dari Indonesia berpotensi melintasi wilayah perbatasan.
Prasetyo mengatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono telah menjalin komunikasi secara informal dengan negara tetangga. Pemerintah memilih jalur komunikasi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga koordinasi antarnegara selama penanganan karhutla berlangsung.
“Kalau secara informal ada. Secara informal memang sebagai negara tetangga kan tentunya melalui Pak Menlu ada komunikasi,” kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, Sugiono juga telah menyampaikan perkembangan komunikasi tersebut kepada jajaran pemerintah. Namun, ia tidak membeberkan detail pembahasan antara Indonesia dengan negara-negara tetangga.
“Tadi juga Pak Menlu cerita juga tuh ke kami. Makanya kita berusaha secepatnya untuk bisa mengatasi masalah Karhutla ini,” ujarnya.
Pemerintah kini memprioritaskan percepatan penanganan karhutla melalui koordinasi lintas sektor, penambahan personel, penggunaan peralatan pendukung, serta operasi pemadaman dari udara.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *