JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat daerah hingga Rabu (12/8/2026) pukul 07.00 WIB. Petugas gabungan menangani kebakaran yang melanda Kabupaten Sragen, Sidenreng Rappang, Cianjur, dan Trenggalek.
Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kebakaran melanda lahan di Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, pada Selasa (11/8). Api membakar sekitar lima hektare lahan. BPBD bersama tim gabungan langsung bergerak untuk mengendalikan kobaran api dan berhasil memadamkannya.
Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada Selasa (11/8). Petugas menemukan titik api sekitar pukul 12.15 WITA di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, serta Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu.
Api membakar sekitar tujuh hektare lahan. Tim pemadam kebakaran kemudian melakukan penanganan hingga berhasil memadamkan seluruh titik api pada hari yang sama. Aparat masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Sementara itu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghadapi karhutla di kawasan perbukitan Gunung Picung, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber. Api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB pada Senin (10/8) dan membakar lahan yang ditumbuhi alang-alang seluas kurang lebih tiga hektare.
BPBD Kabupaten Cianjur bersama Damkar Cianjur, Polsek Cibeber, dan warga bergerak melakukan pemadaman. Tim gabungan memastikan api sudah padam seluruhnya pada Selasa (11/8).
Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, warga melaporkan kemunculan titik api di kawasan Gunung Jabung, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, pada Selasa (11/8) sekitar pukul 17.00 WIB.
Api kemudian menjalar ke arah lereng gunung dan membakar sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi pohon sono serta semak belukar. Petugas gabungan akhirnya mengendalikan kobaran api dan menyelesaikan proses pemadaman sekitar pukul 20.15 WIB.
BNPB Minta Warga Waspadai Karhutla
BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering, terutama kebakaran hutan dan lahan.
Karhutla dapat menimbulkan dampak berantai. Selain merusak lingkungan, asap kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat. Kebakaran juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi serta kehidupan sosial warga di wilayah terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat tidak membakar hutan maupun lahan untuk membuka area baru. Warga juga perlu segera melaporkan setiap kemunculan titik api atau tanda-tanda kebakaran kepada petugas dan pihak berwenang.
Pelaporan sejak dini dapat membantu petugas mempercepat penanganan sehingga api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
















