BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Kalimantan, Siagakan 30 Helikopter dan Aktifkan Lagi OMC

BNPB siagakan 30 helikopter untuk penanganan karhutla di Kalimantan
BNPB memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dengan mengaktifkan kembali OMC serta menyiagakan armada helikopter untuk operasi udara (Foto: Screenshot BNPB)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan menyusul meningkatnya titik panas dan sebaran asap dalam sepekan terakhir.

BNPB kembali menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), menambah armada udara, serta memperkuat personel dan peralatan pemadaman di darat untuk mempercepat pengendalian karhutla.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyampaikan langkah tersebut di sela-sela peninjauan Posko Logistik Nasional Penanganan Darurat Gempa M 7,7 Flores di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8/2026).

Menurut Suharyanto, peningkatan aktivitas karhutla terutama terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Minimnya curah hujan alami selama hampir sepekan terakhir turut meningkatkan risiko kebakaran sekaligus memperpanjang keberadaan asap di sejumlah wilayah.

OMC Kembali Berjalan di Kalimantan

BNPB menjadikan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai salah satu langkah prioritas untuk membantu penanganan karhutla.

Berdasarkan evaluasi teknis bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketersediaan awan pada Minggu (23/8) memungkinkan penyemaian awan menggunakan garam kembali dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah Kalimantan.

“OMC mulai berjalan kembali mulai Minggu (23/8),” kata Suharyanto.

Selain OMC, BNPB menambah kekuatan operasi udara. Sebanyak 30 helikopter disiagakan untuk mendukung water bombing dan patroli udara di Kalimantan.

Sementara itu, BNPB menyiapkan 22 helikopter untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Sumatera. Jumlah armada tersebut masih dapat bertambah menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan arahan Presiden Prabowo Subianto serta koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.

Satgas Darat Diperkuat

Pemerintah tidak hanya mengandalkan operasi udara. BNPB juga memperkuat satgas darat dengan menambah berbagai perlengkapan pendukung, termasuk alat pelindung diri (APD) dan pompa air bertekanan tinggi atau high-pressure pump.

Pemerintah turut menyiapkan dukungan mobil tangki air hingga 100 unit untuk setiap provinsi sesuai kebutuhan. Armada tersebut akan membantu distribusi air untuk mendukung pemadaman di kabupaten dan kota yang terdampak karhutla.

Suharyanto mengatakan pemerintah pusat memberikan perhatian penuh terhadap penanganan karhutla di Kalimantan. Setelah meninjau sejumlah wilayah terdampak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Presiden Prabowo menginstruksikan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional tim gabungan di lapangan.

Presiden juga meminta jajaran terkait mempercepat langkah penanganan agar dampak karhutla tidak semakin meluas.

Asap Sempat Ganggu Jarak Pandang

BNPB terus memantau dampak asap karhutla terhadap aktivitas masyarakat, termasuk transportasi udara.

Kepekatan asap sempat menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah seperti Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak. Kondisi tersebut terutama terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat.

Namun, jarak pandang berangsur membaik pada siang hari. Berdasarkan pemantauan lalu lintas udara pada Minggu pagi (23/8), penerbangan di sejumlah bandara utama masih berlangsung aman dan sesuai jadwal.

Bandara yang tetap melayani penerbangan antara lain Bandara Syamsudin Noor, Bandara Supadio, dan Bandara Tjilik Riwut.

BNPB Perkuat Perlindungan Kesehatan Warga

Selain menangani api dan asap, BNPB bersama Kementerian Kesehatan serta pemerintah daerah memperkuat penanganan dampak kesehatan akibat karhutla.

Posko Kesehatan Terpadu mendapat penguatan di wilayah terdampak untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan tertentu.

Pemerintah juga memantau potensi cross-border haze atau dampak asap lintas batas. Pemantauan dan koordinasi antar-kementerian serta lembaga terus berjalan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

Suharyanto menyebut kondisi karhutla di Sumatera relatif lebih terkendali karena hujan masih dapat membantu penanganan. Sementara di Kalimantan, pemerintah terus meningkatkan kekuatan operasi darat, menambah armada helikopter, dan menjalankan kembali OMC.

Dengan penguatan tersebut, BNPB optimistis penanganan karhutla di Kalimantan dapat segera membuahkan hasil.

BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi di lapangan. Langkah terpadu itu bertujuan mempercepat pemadaman, mengurangi dampak asap terhadap masyarakat, serta menjaga aktivitas warga tetap berlangsung secara aman.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *