FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Deep Learning bagi guru-guru Raudhatul Athfal (RA) guna mendorong kualitas pendidikan anak usia dini yang lebih bermakna dan kontekstual.
Pelatihan diikuti oleh 260 guru RA yang berasal dari wilayah daratan hingga kepulauan Sumenep, dengan menggunakan metode in-on-in, yaitu perpaduan pelatihan teori, praktik langsung di kelas, dan refleksi hasil pembelajaran.
Dua pengawas madrasah berpengalaman dari Kementerian Agama Sumenep, Lindawati dan Miri Astutik, hadir sebagai narasumber utama dalam pelatihan yang berlangsung secara bertahap ini.
Ketua KKRA Sumenep, Cucun Darmawati, menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis deep learning yang menumbuhkan eksplorasi, rasa ingin tahu, dan makna dalam proses belajar anak.
“Sistem in-on-in memungkinkan guru tidak hanya memahami teori, tapi juga langsung mempraktikkan serta merefleksikan hasilnya. Ini sangat penting untuk penguasaan keterampilan secara utuh,” jelas Cucun saat membuka pelatihan, Rabu (23/7/2025).
Pelatihan terbagi dalam tiga fase, yaitu:
In Service Training 1 (penyampaian materi),
On the Job Training (praktik lapangan),
In Service Training 2 (refleksi dan evaluasi),
yang dijadwalkan selesai akhir Juli 2025.
Selama pelaksanaan, peserta didampingi fasilitator untuk memastikan proses berjalan sesuai rencana dan mencapai hasil maksimal.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak hari pertama. Salah satu peserta asal kepulauan, Siti Rahmah, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.
“Kami jadi lebih mengerti bagaimana membuat pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga menggugah rasa ingin tahu anak secara mendalam,” ujarnya.
Dengan pelatihan ini, KKRA berharap para guru RA di Kabupaten Sumenep dapat menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, profesional, dan relevan dengan tantangan pendidikan abad 21.













