SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk memperkuat komitmen dalam pemenuhan hak anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran sembilan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina sekaligus deklarasi Gerakan Stop Kekerasan terhadap Anak dengan program “Ngobrol 15 Menit Setiap Hari dengan Anak“.
Pemkab Sampang menggelar kegiatan itu dalam rangkaian Gebyar PAUD dan peringatan Hari Anak Nasional 2026. Acara tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi mitra PAUD, Bunda PAUD tingkat kecamatan, para guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga ratusan peserta didik pendidikan anak usia dini (PAUD).
Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sampang, Selviana Slamet Junaidi, menegaskan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian semua pihak terhadap pemenuhan hak-hak anak.
Baca juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Ajak Semua Pihak Bersatu Cegah Kekerasan di Pesantren
Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta kesempatan berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
“Setiap anak adalah anugerah dan generasi penerus bangsa. Mereka berhak memperoleh pendidikan yang layak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta kesempatan tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” ujar Selviana, Jumat (31/7/2026).
Selviana menjelaskan, peluncuran sembilan TK Negeri Pembina menjadi langkah nyata Pemkab Sampang dalam memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini yang bermutu. Pemerintah daerah juga menyiapkan sekolah tersebut sebagai pusat pembelajaran dan pembinaan bagi seluruh satuan PAUD di Kabupaten Sampang.
Baca juga: KMD dan KML Pramuka di TMI Al-Amien Prenduan Resmi Ditutup, Cetak Ratusan Pembina Mahir
Selain memperkuat layanan pendidikan, Pemkab Sampang mengajak seluruh orang tua berperan aktif melindungi anak melalui Gerakan Stop Kekerasan terhadap Anak.
Pemerintah mengenalkan program “Ngobrol 15 Menit Setiap Hari dengan Anak” sebagai upaya sederhana untuk membangun komunikasi yang hangat di lingkungan keluarga.
Melalui gerakan tersebut, orang tua didorong meluangkan waktu sedikitnya 15 menit setiap hari untuk mendengarkan cerita anak, memahami perasaan mereka, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar anak berani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.
Baca juga: Ponpes Al-Amien Prenduan Gelar KMD dan KML Pramuka, Diikuti Ratusan Peserta
“Gerakan ini sederhana, namun memiliki dampak besar. Luangkan waktu sedikitnya 15 menit setiap hari untuk mendengarkan cerita anak, memahami perasaan mereka, dan menjadi tempat paling aman bagi mereka untuk bercerita,” kata Selviana.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Roro Dewi Trisna, menilai kehadiran sembilan TK Negeri Pembina akan meningkatkan kualitas layanan PAUD sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
Baca juga: Dedi Mulyadi Luncurkan Sekolah Maung untuk Kembalikan Kualitas Sekolah Negeri di Jabar
“Keberadaan TK Negeri Pembina diharapkan menjadi pusat pembelajaran, meningkatkan kualitas layanan PAUD, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Roro Dewi Trisna.
















