Kebakaran Pasar Kedundung Bangkalan Hanguskan Dua Toko, Warga dan Petugas Cepat Padamkan Api

Kebakaran Pasar Kedundung Bangkalan menghanguskan dua toko akibat dugaan korsleting listrik di Kecamatan Modung.
Warga bersama personel TNI dan Polri berupaya memadamkan kebakaran yang menghanguskan dua toko di Pasar Kedundung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.

BANGKALAN – Kebakaran melanda Pasar Kedundung di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa malam (10/6/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan dua toko dan menimbulkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Warga setempat pertama kali melihat kobaran api saat api sudah membesar dan membakar dua toko yang berdampingan dengan sejumlah kios serta lapak pedagang lainnya di area pasar.
Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang memicu munculnya api di salah satu bangunan toko. Karena lokasi kebakaran berada di kawasan pasar yang padat, warga sempat khawatir api akan menjalar ke bangunan lain.

Untuk mencegah kebakaran semakin meluas, warga dan para pedagang langsung bergerak melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Mereka tidak menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran dan memilih bertindak cepat demi menyelamatkan kios-kios lain di sekitar lokasi.

Personel dari Polsek Modung dan Koramil Modung kemudian datang ke lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar pasar.

Berkat kerja sama antara warga, pedagang, serta aparat keamanan, tim berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu kurang dari satu jam. Upaya tersebut juga berhasil mencegah api menjalar ke toko maupun lapak pedagang lainnya.
Babinsa Koramil Modung, Serka Syahril, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran terjadi pada dini hari dan menghanguskan dua unit toko.
“Kebakaran terjadi di Pasar Baru Kedundung, Desa Patereman, Kecamatan Modung. Dugaan penyebabnya korsleting listrik. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dan membakar dua toko, yakni toko penjualan sayur serta toko penjualan sosis,” kata Syahril.

Menurut informasi di lapangan, kedua toko dalam kondisi tutup saat kebakaran terjadi. Kondisi tersebut membuat warga baru mengetahui kejadian setelah api membesar dan terlihat dari luar bangunan.

Meski menghanguskan dua toko, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, pemilik toko harus menanggung kerugian materi yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Petugas mengimbau para pemilik toko dan pelaku usaha di kawasan pasar untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mengurangi risiko kebakaran, terutama saat bangunan tidak beroperasi pada malam hari.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *