Kapolsek Dungkek Jatuh Cinta pada Pulau Oksigen Giliyang, Edukasi Siswa dan Tanam Pohon

Kapolsek Dungkek edukasi siswa di Pulau Giliyang sambil membagikan hadiah kuis
Kapolsek Dungkek Iptu Harri Putra Makmur saat menggelar kuis interaktif bersama siswa SD di Pulau Giliyang, Sumenep

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Tak banyak yang bisa menolak pesona Pulau Giliyang, Sumenep. Pulau yang dikenal memiliki kadar oksigen tertinggi kedua di dunia setelah Yordania ini menjadi destinasi favorit, termasuk bagi para pejabat baru di Kabupaten Sumenep.

Salah satunya adalah Kapolsek Dungkek, Iptu Harri Putra Makmur S.Tr.K., MH. Perwira muda lulusan Akpol 2019 dengan predikat cumlaude dan masuk 10 besar nasional ini mengaku terkesan mendalam dengan pulau yang dihuni dua desa tersebut.

“Polri harus hadir tidak hanya di daratan, tapi juga di pulau-pulau kecil seperti Giliyang,” ujarnya saat melakukan Safari Kepulauan, Selasa (29/7/2025).

Naik perahu kayu dan duduk bersama warga di dek kapal menjadi kebiasaan Harri. Ia bercanda, berbagi cerita, dan menyerap aspirasi masyarakat sembari menikmati perjalanan laut selama 45 menit menuju Giliyang.

Sesampainya di dermaga, Harri langsung berinteraksi dengan siswa SD berseragam biru-putih yang sedang menikmati jajanan desa di luar pagar sekolah.

“Lagi ngapain nih di luar? Jam sekolah kok di sini?” sapa Harri sambil tersenyum.

“Jam istirahat, Pak!” jawab siswa serempak.

Melihat semangat mereka, Harri pun memanfaatkan momen itu dengan menggelar kuis dadakan seputar pengetahuan umum. Pertanyaan sederhana seperti siapa presiden pertama Indonesia hingga presiden saat ini membuat suasana makin meriah. Hadiah kecil pun dibagikan untuk yang menjawab dengan benar.

“Anak-anak itu cikal bakal Kamtibmas masa depan. Kita harus mendekati mereka lewat edukasi yang menyenangkan,” tutur Harri.

Kegiatan dilanjutkan ke “titik oksigen”, area yang diklaim memiliki konsentrasi oksigen tertinggi di Asia. Di sana, Harri memimpin penanaman pohon alpukat bersama warga, aparat desa, dan anggota polisi.

“Ini bentuk komitmen kami menjaga lingkungan, agar oksigen tetap terjaga,” tambahnya.

Tak ketinggalan, ia juga mengunjungi Batu Canggah, situs wisata alam yang masih asri. Dua kepala desa turut mendampinginya, yakni Moh. Alwi dari Desa Bancamara dan H. Mathor dari Desa Banra’as. Kunjungan ditutup dengan silaturahmi dan dialog ringan bersama masyarakat setempat.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *