BANGKALAN – Semangat gotong royong kembali terlihat kuat di tengah masyarakat Madura. Warga Desa Nyormanis, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, bersama personel TNI dari Koramil Blega bergandengan tangan memperbaiki jembatan penghubung menuju Desa Alas Rajah yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Kegiatan karya bakti yang berlangsung pada Minggu (7/6/2026) di Dusun Nyormanis itu melibatkan puluhan warga yang secara sukarela menyumbangkan tenaga dan material. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat berupaya memulihkan akses vital yang selama ini mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan warga setempat.
Babinsa Koramil Blega, Serka Eko bersama Koptu Mulyo, memimpin langsung kegiatan perbaikan dengan membaur bersama masyarakat. Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan tersebut memperkuat sinergi antara warga dan pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabanjir.
Warga Desa Nyormanis menginisiasi perbaikan jembatan secara swadaya setelah kerusakan yang terjadi menghambat mobilitas masyarakat. Mereka mengumpulkan bahan bangunan dan mengerjakan proses perbaikan secara bersama-sama demi mengembalikan fungsi jembatan secepat mungkin.
Jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antardesa. Selain mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan, jembatan itu juga menjadi akses utama bagi pelajar yang setiap hari menuju sekolah.
Serka Eko menegaskan bahwa perbaikan jembatan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Dengan bekerja bersama, kami optimistis jembatan ini dapat segera kembali digunakan oleh warga,” ujar Serka Eko.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana alam.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Desa Nyormanis dan Koramil Blega menjadi bukti bahwa nilai gotong royong tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun ketahanan masyarakat di tingkat desa.










