SUMENEP – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mengimbau seluruh pengguna internet, khususnya aparatur pemerintah dan BUMN, untuk meningkatkan kewaspadaan siber menyusul ditemukannya kerentanan kritis pada Google Chrome.
Kerentanan tersebut terdaftar sebagai CVE-2026-0628 dengan skor CVSS 8.8 dan telah dieksploitasi secara aktif, sebagaimana dilaporkan oleh Government Computer Security Incident Response Team (GovCSIRT) Indonesia. Celah ini memungkinkan penyerang mengambil alih perangkat dari jarak jauh, melakukan bypass keamanan, meningkatkan hak akses, hingga mencuri data pengguna.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menegaskan bahwa risiko eksploitasi dapat terjadi hanya dengan mengunjungi situs berbahaya atau memasang ekstensi Chrome yang tidak aman.
“Chrome menjadi browser paling dominan di lingkungan kerja nasional. Kondisi ini membuatnya berpotensi menjadi vektor serangan siber secara sistematis,” ujar Indra, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, GovCSIRT menemukan celah keamanan pada salah satu komponen ekstensi Chrome, yakni WebView. Kerentanan ini memungkinkan penyerang menyisipkan skrip atau HTML berbahaya ke dalam halaman dengan hak istimewa tinggi.
Jika penyerang berhasil mengeksploitasi celah tersebut, mereka dapat mengubah tampilan halaman web, mencuri informasi pribadi pengguna, hingga merusak sistem pada perangkat korban. Bahkan, kegagalan sistem dalam melakukan pemeriksaan otorisasi dapat membuka akses ilegal ke data dan fungsi yang seharusnya dibatasi.
“Penyalahgunaan celah ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu integritas serta kerahasiaan informasi,” jelas Indra.
Sebagai langkah mitigasi, Diskominfo Sumenep meminta seluruh pengguna segera memperbarui Google Chrome ke versi 143.0.7499.192 atau versi yang lebih baru. Selain itu, pengguna juga diminta menonaktifkan ekstensi yang tidak diperlukan serta menghindari akses ke situs yang tidak terpercaya.
Indra juga mengingatkan agar pengguna selalu membaca dan memahami izin yang diminta oleh ekstensi sebelum menginstalnya.
“Pembaruan rutin dan kehati-hatian pengguna menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data dan sistem,” pungkasnya.














