Edu  

Disdik Jatim Perkuat Kepemimpinan Sekolah Rakyat Lewat Bimtek Berbasis Dampak

Bimbingan teknis Disdik Jatim untuk penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat di Jawa Timur
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai bersama Muhammad Nuh saat kegiatan bimbingan teknis penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat

SURABAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Disdik Jatim) terus memperkuat kualitas kepemimpinan Sekolah Rakyat melalui pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi kepala sekolah dan tenaga kependidikan. Langkah ini difokuskan pada penajaman indikator kinerja yang berbasis dampak nyata bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pendidikan harus mampu menghadirkan keadilan, membuka harapan, serta mempersiapkan masa depan anak-anak Indonesia.

“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan, dan menyiapkan masa depan anak Indonesia,” ujar Aries, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, penguatan Sekolah Rakyat tersebut sejalan dengan program Jatim Cerdas yang digagas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Program ini bertujuan mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing melalui pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Baca juga: KIM Kepulauan Giligenting Ikuti Bimtek di Diskominfo Kabupaten Sumenep

Selain peningkatan kapasitas kepemimpinan, Disdik Jatim juga mendorong penguatan pendampingan, supervisi substantif, serta kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat yang juga mantan Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, menekankan pentingnya nilai kesetiaan dalam memimpin Sekolah Rakyat.

“Nilai paling utama dalam mengurusi Sekolah Rakyat adalah kesetiaan. Setia itu nilainya lebih tinggi dari sekadar tanggung jawab dan tugas,” tegas Nuh.

Mantan Rektor ITS tersebut menambahkan bahwa kehadiran negara paling nyata dapat dirasakan ketika anak-anak dari kelompok paling lemah tetap memperoleh pendidikan yang bermutu.

“Pendidikan merupakan instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidakberdayaan,” ungkapnya.

Baca juga: KKM MTs Rubaru Gelar Pelatihan Deep Love Madrasah, Perkuat Pembelajaran Berbasis Cinta

Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki keunikan yang dapat menjadi modal kesuksesan di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh turut mengapresiasi Gubernur Khofifah atas inisiasi pelaksanaan bimtek Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Ia berharap Jatim tidak hanya menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, yang saat ini telah beroperasi di 26 titik, tetapi juga menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia.

“Belum pernah saya mendengar provinsi lain melakukan hal serupa. Ini patut diapresiasi dan seluruh kepala sekolah serta tenaga kependidikan di Jawa Timur harus bangga,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *