SUMENEP – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) 1 dan 2 MTs se-Kecamatan Rubaru menggelar Pelatihan Deep Love Madrasah di MTs Nurul Muchlisin Rubaru, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran madrasah melalui pendekatan pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas 40 guru dan 10 kepala MTs dari seluruh madrasah tsanawiyah di Kecamatan Rubaru. Para peserta mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025.
Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, M.Pd.I., hadir dan memberikan arahan. Ia mendorong para peserta untuk menerapkan hasil pelatihan kepada seluruh guru di madrasah masing-masing.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap terjadi perubahan nyata dalam metode dan media pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Menurutnya, penguasaan metode pembelajaran yang tepat akan memperkuat profesionalisme guru.
“Forum ini sebagai ruang strategis bagi pendidik dan pimpinan madrasah untuk memperdalam paradigma pembelajaran mendalam (deep learning) yang humanis dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik,” tambahnya.
Pelatihan ini turut dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumenep H. Ely Hariyanto, M.Pd., unsur Pokjawas, Syaifuddin, S.Pd, serta para pimpinan dan pendidik madrasah di Kecamatan Rubaru.
Ketua Panitia, Miftahorrahman, S.Sos.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melahirkan agen perubahan di lingkungan madrasah.
“Kami berharap peserta mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih berkualitas, relevan, dan selaras dengan kebijakan pendidikan madrasah, khususnya KMA Nomor 1503 Tahun 2025,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pelatihan Deep Love Madrasah memberikan penguatan konsep dan praktik pembelajaran mendalam serta kurikulum berbasis cinta, sehingga dapat diterapkan secara efektif dalam proses belajar mengajar.
“Melalui pendekatan tersebut, madrasah diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang bermakna, menyenangkan, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara utuh,” katanya.
Sementara itu, Ali Wafa, M.Pd.I., selaku Pengawas MTs se-Kecamatan Rubaru yang menjadi narasumber, menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian akademik.
“Untuk itu saya mengajak para guru untuk menumbuhkan nilai cinta, empati, dan kepedulian dalam setiap proses pendidikan, sehingga madrasah benar-benar menjadi ruang pembentukan karakter dan kemanusiaan,” ungkapnya.













