SUMENEP – Setelah tahun lalu menetapkan Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, sebagai Desa Bersih Narkoba (Bersinar), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep pada 2025 kembali melangkah maju dengan meresmikan dua desa baru sebagai Desa Bersinar.
Dua desa tersebut adalah Desa Tanjung dan Desa Saronggi, yang kini resmi menjadi garda terdepan dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Sumenep.
Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno, menegaskan bahwa penetapan Desa Bersinar bukan hanya acara simbolis, melainkan program strategis yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga komunitas pemuda.
“Kalau tahun lalu Bakesbangpol Sumenep memprakarsai Desa Kertasada sebagai Desa Bersinar, tahun ini kami menambah Desa Tanjung dan Desa Saronggi. Ini bentuk komitmen bersama melawan narkoba,” ujar Bambang, Rabu (13/8/2025).
Program Desa Bersinar meliputi edukasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah, pelatihan keterampilan pencegahan bagi pemuda, hingga pembentukan forum masyarakat untuk mengawasi lingkungan.
Bambang menambahkan, keberhasilan program ini bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat.
“Pencegahan dan pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tapi juga tanggung jawab semua pihak di desa untuk memperkuat ketahanan terhadap ancaman narkoba,” tegasnya.
Dengan bertambahnya dua desa ini, Sumenep berharap tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari jerat narkoba.














