FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Aksi damai yang digelar massa Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) Koordinator Daerah Sumenep pada Rabu (13/8/2025) tidak mendapatkan tanggapan langsung dari Kapolres Sumenep AKBP Rivanda.
DEAR Jatim merupakan organisasi yang bergerak di bidang penyampaian aspirasi dan kepentingan masyarakat Jawa Timur, terutama dalam hal demokrasi, hak rakyat, keadilan, dan pembangunan daerah. Aksi unjuk rasa menjadi salah satu cara mereka untuk menyoroti isu-isu penting di hadapan publik dan pemerintah.
Orasi dimulai pukul 13.30 WIB hingga 14.15 WIB, namun Kapolres maupun Kasat Reskrim Polres Sumenep belum menemui massa. Ketua Dear Jatim Korda Sumenep, Mahbub Junaidi, menyampaikan bahwa pihaknya hanya ingin berdiskusi dan meminta jawaban terkait sejumlah kasus yang mereka nilai belum jelas penanganannya.
“Kami minta Kasat Reskrim keluar menemui kami. Banyak kasus yang sudah bertahun-tahun tidak ada kejelasan,” ujarnya.
Menurut Mahbub, kinerja Satreskrim Polres Sumenep patut dipertanyakan. Ia mencontohkan pada 2023, Unit Tipikor Satreskrim berhasil menetapkan enam tersangka kasus proyek pembangunan gedung Dinas Kesehatan. Namun, kini pihaknya menilai kinerja penyidik tipikor melemah dan enggan menghadapi dugaan mafia anggaran di Sumenep.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Sumenep AKP Junaidi yang menemui massa menyampaikan bahwa Kapolres dan Kasat Reskrim sedang berada di luar kantor.
“Kasat Reskrim sedang di Surabaya, sedangkan Kanit Pidkor berada di Gapura,” jelasnya di hadapan peserta aksi.














