CIREBON – Aliansi Cirebon MeSTi Tuntas menyoroti pembongkaran rel kereta api di Jembatan Paralel Kali Anyar, Kota Cirebon, yang diduga merupakan bagian dari objek cagar budaya.
Budayawan Cirebon, Dedi, menilai pembongkaran tersebut berpotensi menghilangkan jejak sejarah penting, khususnya jalur lama yang terhubung dengan kawasan pelabuhan.
Menurutnya, rel tersebut tidak sekadar sisa infrastruktur, melainkan bagian dari sejarah perkembangan transportasi dan aktivitas ekonomi di Cirebon pada masa lalu.
“Kami menyayangkan pembongkaran rel di Jembatan Paralel Kali Anyar karena objek ini diduga memiliki nilai sejarah penting. Seharusnya dilakukan kajian terlebih dahulu agar jejak sejarah tidak hilang,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Dedi menegaskan bahwa tindakan pembongkaran tanpa kajian mendalam berisiko menghapus bukti sejarah yang masih tersisa. Ia juga menilai dokumentasi terhadap objek tersebut belum dilakukan secara optimal.
Ia mendorong agar sisa rel dan struktur jembatan yang masih ada dipertahankan sebagai penanda sejarah. Keberadaan fisik tersebut dinilai dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Selain itu, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai ruang display sejarah terbuka, sehingga masyarakat dapat memahami perkembangan jalur transportasi lama di Kota Cirebon.
Aliansi Cirebon MeSTi Tuntas pun meminta pemerintah daerah segera melakukan kajian serta pendataan terhadap objek tersebut. Mereka juga mendesak langkah pelestarian agar sisa rel yang masih ada tidak kembali hilang.













