SUMENEP – Program ketahanan pangan yang dijalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalianget Timur, Kabupaten Sumenep, berkembang menjadi destinasi wisata petik melon yang menarik minat masyarakat. Selain membeli buah segar langsung dari kebun, pengunjung juga memanfaatkan lokasi tersebut sebagai wisata edukasi berbasis pertanian.
Pelaksana Program Ketahanan Pangan BUMDes Kalianget Timur, Suparman, mengatakan pengelolaan budidaya melon melibatkan masyarakat sekitar sehingga mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi warga setempat.
Menurutnya, konsep wisata petik buah tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai jual hasil panen, tetapi juga memperkenalkan potensi pertanian desa kepada masyarakat luas.
Baca juga: PKL Serbu Area Yayasan Annibros, Wisuda Purna Siswa dan Haflatul Imtihan 2026 Dongkrak Ekonomi Warga
“Syukurlah destinasi ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai wisata edukasi berbasis pertanian yang memperkuat ekonomi desa sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas,” ujar Suparman saat menerima kunjungan mahasiswa magang Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Sumenep.
Suparman menjelaskan tanaman melon yang mulai dibudidayakan sejak Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Tingginya minat masyarakat membuat hasil panen cepat terserap pasar.
Dari sekitar 870 buah melon yang dipanen dalam satu greenhouse, kini hanya tersisa sekitar 100 buah. Pengelola menjual melon dengan harga Rp25.000 per kilogram, dan setiap hari pengunjung datang untuk membeli sekaligus menikmati pengalaman memetik buah langsung dari kebun.
Baca juga: Ribuan Lampion Waisak 2026 Terangi Langit Borobudur, Pengunjung dari Berbagai Daerah Padati Area Candi
Melihat tingginya permintaan, Suparman berencana memperluas area budidaya ke lahan di sebelah utara greenhouse agar kapasitas produksi terus meningkat. Ia menjelaskan bahwa panen melon berlangsung setiap tiga bulan sehingga penambahan area tanam menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Selain fokus pada produksi, pengelola juga menjaga kualitas kawasan wisata. Suparman mengapresiasi keterlibatan warga yang aktif menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sehingga hingga kini belum ada keluhan dari para pengunjung.
Sebagai Ketua RT 06/RW 01 Dusun Lisun, Desa Kalianget Timur, ia turut mengawasi kebersihan kawasan wisata agar tetap tertata dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi setiap pengunjung.
Baca juga: Babinsa Koramil Kalianget Dampingi Warga Agar Tetap Semangat Tanam Jagung
Suparman menambahkan pembangunan greenhouse dimulai pada akhir 2025. Seluruh proses, mulai dari pembersihan lahan hingga pembangunan fasilitas budidaya, berlangsung sekitar empat bulan.
Menurutnya, penggunaan greenhouse memberikan hasil yang jauh lebih optimal dibandingkan metode tanam konvensional. Perawatan tanaman menjadi lebih mudah, kualitas buah meningkat, dan produktivitas pertanian semakin baik.
“Program ketahanan pangan melalui BUMDes ini memberikan banyak manfaat. Pemeliharaan tanaman menjadi lebih mudah dan hasil panennya juga sangat memuaskan,” pungkasnya.














