MAGELANG – Ribuan lampion menghiasi langit malam Candi Borobudur dalam rangkaian perayaan Waisak 2026. Pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan candi untuk menyaksikan salah satu tradisi paling ikonik dalam peringatan Hari Raya Waisak.
Sejak Minggu (31/5/2026) sore, para peserta mulai memasuki kawasan Marga Utama Candi Borobudur. Sebelum mengikuti pelepasan lampion, mereka menjalani sesi meditasi sebagai bagian dari rangkaian ritual keagamaan.
Mayoritas peserta mengenakan pakaian serba putih yang menjadi simbol kesucian dan ketenangan dalam perayaan Waisak. Mereka datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bandung, hingga sejumlah daerah lainnya.
Panitia menggelar pelepasan lampion dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 19.00 WIB dan sesi kedua pukul 22.00 WIB. Sebanyak 2.570 lampion diterbangkan ke langit Borobudur, menciptakan pemandangan spektakuler yang memukau ribuan pasang mata.
Antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari peserta yang berada di dalam area acara. Banyak warga dan wisatawan juga memadati area luar pagar Taman Candi Borobudur untuk menyaksikan momen tersebut.
Baca juga: Ratusan Warga Dusun Patenongan Parsanga Antusias Meriahkan HUT ke-79 RI dengan Jalan Sehat
Salah seorang pengunjung, Rani (30), mengaku sengaja datang dari Tegal untuk melihat langsung pelepasan lampion Waisak. Ia tiba di kawasan Borobudur sejak siang hari setelah sebelumnya membeli tiket acara jauh-jauh hari.
“Saya penasaran karena tahun lalu tidak sempat menonton. Begitu tiket dibuka, saya langsung membeli dua tiket untuk menyaksikan acara ini,” ujarnya.
Budi datang bersama anggota keluarganya setelah terlebih dahulu singgah di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia memilih menyaksikan sesi pertama pelepasan lampion yang berlangsung pada malam hari.
Pengunjung lainnya, Hafid (31), yang datang dari Wonosobo, mengaku mendapatkan pengalaman berkesan saat pertama kali menyaksikan tradisi pelepasan lampion Waisak.
Menurutnya, acara tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga memperlihatkan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang kuat di Indonesia.
Baca juga: Ritual Tatorbangan Desa Torbang: Melestarikan Tradisi Leluhur dan Wujud Syukur atas Hasil Bumi
Perayaan Waisak di Candi Borobudur kembali menjadi magnet wisata religi sekaligus simbol harmoni yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai latar belakang.
Momen ribuan lampion yang menerangi langit malam Borobudur pun menjadi salah satu daya tarik utama yang selalu dinantikan setiap tahunnya.













