SUMENEP – Pengurus Ittisholana Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, mematangkan persiapan keberangkatan jamaah menuju Haul di Alun-Alun Situbondo melalui musyawarah yang dirangkaikan dengan istighasah dan pembacaan Shalawat Nariyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahmah, Desa Galis, Kecamatan Giligenting.
Musyawarah dihadiri jajaran pengurus, tokoh agama, serta anggota Ittisholana dari berbagai desa di Kecamatan Giligenting. Dalam pertemuan itu, panitia membahas berbagai aspek teknis keberangkatan agar seluruh rangkaian perjalanan dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Selain melakukan koordinasi, para peserta mengikuti istighasah dan pembacaan Shalawat Nariyah sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, kesehatan, kemudahan, serta keberkahan selama perjalanan hingga pelaksanaan Haul Situbondo.
Sekretaris Ittisholana Kecamatan Giligenting, Ustaz Susriyadi, S.Pd.I, mengatakan musyawarah menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman seluruh pengurus dan jamaah sebelum keberangkatan.
“Melalui musyawarah ini kami berharap seluruh rangkaian keberangkatan jamaah dapat dipersiapkan dengan baik. Kami juga memanjatkan doa melalui istighasah dan pembacaan Shalawat Nariyah agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama mengikuti kegiatan haul di Situbondo,” ujarnya, Kamis (16/7/2026) malam.
Menurut Susriyadi, kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai forum koordinasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di antara anggota Ittisholana dan masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhusyukan. Setelah mengikuti doa bersama, para peserta melanjutkan musyawarah dengan membahas jadwal keberangkatan, koordinasi transportasi, pembagian tugas panitia, hingga berbagai kebutuhan teknis yang harus dipersiapkan sebelum rombongan berangkat.
Pengurus Ittisholana Kecamatan Giligenting berharap seluruh persiapan menuju Haul Situbondo dapat terlaksana secara optimal. Melalui sinergi antara pengurus dan jamaah, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memastikan kelancaran perjalanan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan keislaman di tengah masyarakat.














