UMKM Jawa Timur Didorong Naik Kelas Lewat Pelatihan Literasi Izin Edar Pangan

Pelaku UMKM mengikuti pelatihan literasi izin edar pangan yang diselenggarakan Diskop UKM Jawa Timur di Surabaya
Peserta UMKM mengikuti kegiatan Literasi Izin Edar Produk Pangan Industri Rumah Tangga yang digelar Diskop UKM Jawa Timur untuk meningkatkan legalitas dan daya saing produk

FALIHMEDIA.COM | SURABAYA – Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur melalui program literasi perizinan kembali menggelar kegiatan Literasi Izin Edar Produk Pangan Industri Rumah Tangga, sebuah upaya untuk mendorong pelaku UMKM agar memiliki legalitas dan berdaya saing global. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan para narasumber profesional dan diikuti puluhan pelaku usaha pangan rumahan dari berbagai daerah.

Pengembang Kewirausahaan Ahli Pertama, Sidyana Gotra, yang memandu jalannya acara, menegaskan bahwa perizinan bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi menjadi komponen penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

“Legalitas bukan beban, melainkan jaminan kepercayaan bagi pembeli. Melalui forum ini, kita belajar bagaimana mengurus izin edar agar usaha bisa naik kelas,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Dalam laporan panitia, Ketua Tim Kerja Sub Substansi Produksi Anton Widodo Heru Mulyo menjelaskan bahwa masih banyak produk UMKM yang berkualitas namun belum memiliki izin edar. Padahal, legalitas menjadi pintu masuk untuk memperluas jaringan pemasaran, mengikuti pameran, hingga menembus retail modern.

“Kami ingin pelaku usaha segera mengurus izin agar produk lebih kompetitif dan mudah diterima pasar,” tegasnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Susanti Widyastuti, mewakili Kepala Diskop UKM Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia menyoroti besarnya potensi UMKM pangan di Jawa Timur yang belum sepenuhnya terserap pasar karena kendala legalitas.

“Izin edar adalah bentuk perlindungan bagi pelaku usaha dan masyarakat. Produk pangan harus aman, terjamin, dan memiliki identitas hukum yang jelas,” tuturnya.

Sesi materi dilanjutkan oleh Direktur PT Gowonan Desain Indonesia, Haris Efendi, yang mengupas pentingnya membangun identitas merek. Ia menegaskan bahwa logo hanyalah bagian kecil dari branding, namun menjadi simbol utama yang diingat konsumen.

“Brand adalah aset jangka panjang. Kalau sudah punya merek tetapi tidak didaftarkan, itu sangat berisiko,” jelasnya.

Pemateri berikutnya, Trainer & Konsultan ISO Edy Hariyono, memberikan pemahaman terkait standar keamanan pangan. Menurutnya, legalitas tidak hanya berbentuk dokumen, tetapi juga komitmen terhadap proses produksi yang aman, higienis, dan berkualitas.

“ISO bukan sekadar sertifikat. Ini tentang sistem yang membuat produk dipercaya pasar, termasuk buyer luar negeri,” paparnya.

Penyelenggara berharap peserta segera menindaklanjuti pengurusan izin edar setelah pelatihan ini, sehingga produk pangan UMKM Jawa Timur dapat menembus pasar lebih luas dengan kualitas yang terjamin. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun UMKM pangan yang legal, aman, dan kompetitif baik di pasar lokal maupun global.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *