SURABAYA – Ribuan warga memadati kediaman Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kawasan Jemursari, Surabaya, Minggu (22/3/2026), untuk mengikuti tradisi riyayan Lebaran hari kedua.
Masyarakat memanfaatkan momentum ini sebagai ajang bertemu langsung dengan pemimpinnya dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut juga memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Jawa Timur.
Sejak pagi, warga dari berbagai daerah berdatangan dan memenuhi area sekitar lokasi. Tidak hanya warga Surabaya, masyarakat dari luar kota hingga berbagai kelompok usia turut hadir. Sejumlah pengemudi ojek online juga ikut meramaikan suasana kebersamaan tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar riyayan selama dua hari, yakni 22–23 Maret 2026, dengan dua sesi setiap harinya, pukul 10.00–13.00 WIB dan 19.00–21.00 WIB.
Selain bersilaturahmi, warga menikmati beragam hidangan gratis yang disiapkan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima. Menu yang tersedia antara lain soto ayam, semanggi, nasi goreng, mi goreng, hingga tahu campur. Musik religi turut menghidupkan suasana kebersamaan.
Khofifah menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memberdayakan pelaku UMKM melalui penyediaan kuliner bagi para tamu.
“Melarisi UMKM dengan menyediakan hidangan untuk tamu riyayan menjadi bagian dari kebersamaan kita. Terima kasih, mohon maaf lahir batin. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadan mendatang,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, tradisi riyayan menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan energi kebersamaan di momen Idul Fitri.
“Silaturahmi dapat memperpanjang umur dan meluaskan rezeki. Harapannya, kegiatan ini semakin menguatkan persaudaraan,” katanya.
Menurut Khofifah, kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang mencerminkan kuatnya harmoni sosial di Jawa Timur.
“Kami berbahagia dapat menyambut tamu dari berbagai kalangan. Semoga setiap pertemuan membawa kebahagiaan bagi kita semua,” tuturnya.














