SUMENEP – Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, memadukan potensi UMKM, kuliner lokal, dan desa wisata dalam ajang Madura Culture Festival (MCF) 2026 yang berlangsung di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Beragam produk masyarakat ditampilkan untuk memperkenalkan potensi Pantai, Laut, Pulau dan Pesisir, sekaligus menunjukkan kreativitas ekonomi lokal kepada masyarakat dan wisatawan.
Madura Culture Festival 2026 berlangsung mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026.
Puluhan Produk UMKM Gapura Dipamerkan
Salah satu daya tarik stan Kecamatan Gapura adalah keberagaman produk kuliner masyarakat.
Sejumlah produk yang dipamerkan antara lain kerupuk poli, kerupuk cengeh, tahu petis, getuk kelapa, usus krispi, keripik bayam, kerupuk bawang, kerupuk nasi tengiri, gula siwalan, kalembin gula aren, kerupuk ikan mentah, kerupuk bawang mentah, keripik tempe, kacang telur, srikaya pepaya, pentol Cinta Poja, hingga pentol tahu Barokah Banjar Timur.
Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat Gapura memiliki kekuatan pada pemanfaatan bahan baku lokal dan kreativitas pelaku UMKM.
Pemerintah Kecamatan Gapura juga memanfaatkan MCF 2026 sebagai ruang promosi agar produk masyarakat semakin dikenal dan memiliki peluang menjangkau pasar di luar daerah.
Bupati Sumenep Kunjungi Stan Gapura
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) turut mengunjungi stan Kecamatan Gapura.
Rombongan melihat langsung berbagai produk yang dipamerkan sekaligus berdialog mengenai potensi ekonomi kreatif dan peluang pengembangan produk lokal.
Camat Gapura Kamiludin menyambut baik kunjungan tersebut. Menurut dia, kehadiran pimpinan daerah menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Bupati Sumenep beserta jajaran ke stan Pemerintah Kecamatan Gapura. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi para pelaku UMKM dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Kamiludin, Jumat (4/9/2026).
Menurut Kamiludin, MCF 2026 bukan sekadar ajang pameran produk. Festival tersebut menjadi ruang promosi yang mempertemukan produk masyarakat dengan pasar dan wisatawan.
“MCF ini bukan sekadar ajang pameran. Ini momentum untuk memperkenalkan produk warga Gapura agar semakin dikenal dan memiliki daya saing. Kami berharap produk lokal mampu menembus pasar di luar daerah,” katanya.
UMKM dan Desa Wisata Dikembangkan Bersamaan
Kamiludin mengatakan pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan destinasi wisata.
Menurutnya, potensi budaya, kuliner, kreativitas masyarakat, serta produk UMKM perlu dikembangkan secara beriringan agar aktivitas pariwisata memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kecamatan Gapura akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan mencakup peningkatan kualitas produk, inovasi, pengemasan, hingga strategi pemasaran.
Upaya tersebut diarahkan agar potensi lokal tidak hanya menjadi produk ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakat Gapura.
Gapura Punya Garis Pantai 16,91 Kilometer
Selain kekuatan UMKM, Kecamatan Gapura memiliki potensi geografis yang mendukung pengembangan sektor pesisir dan desa wisata.
Kecamatan Gapura memiliki luas wilayah 65,78 kilometer persegi dan terdiri atas 17 desa. Wilayah tersebut memiliki garis pantai sepanjang 16,91 kilometer.
Sejumlah desa dengan karakter wilayah pesisir menjadi bagian dari potensi Pantai, Laut, Pulau dan Pesisir yang terus dikembangkan.
Desa-desa tersebut meliputi Karangbudi dengan garis pantai 1,37 kilometer, Baban 1,02 kilometer, Batudinding 0,52 kilometer, Banjar Barat 0,78 kilometer, Banjar Timur 0,74 kilometer, Gersik Putih 6,17 kilometer, Andulang 2,32 kilometer, Longos 1,48 kilometer, Grujugan 0,93 kilometer, dan Palo’lo’an 1,58 kilometer.
Potensi wilayah pesisir tersebut melengkapi kekuatan ekonomi lokal yang ditampilkan Kecamatan Gapura dalam MCF 2026.
Perpaduan UMKM, kuliner, budaya, desa wisata, serta potensi Pantai, Laut, Pulau dan Pesisir menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kamiludin menegaskan Pemerintah Kecamatan Gapura akan terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan melakukan inovasi.
“Potensi lokal harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus identitas Kecamatan Gapura. Karena itu, kami akan terus mendorong UMKM untuk meningkatkan kualitas dan berinovasi,” tegasnya.
















