Sejarah Desa Kebunan Sumenep, Jejak Kebun Bunga Keraton Abad ke-19

Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep dan sejarah kebun bunga keraton
Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, menyimpan cerita sejarah tentang kawasan kebun bunga yang dikaitkan dengan kehidupan keraton pada masa Sultan Abdurrahman.

SUMENEP – Desa Kebunan berada di kawasan Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Lokasinya hanya sekitar 1–2 kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten, tetapi desa ini menyimpan cerita sejarah yang berkaitan dengan kehidupan keraton Sumenep pada masa lampau.

Nama Kebunan tidak lahir begitu saja. Berdasarkan sumber lokal dan catatan profil desa, penamaan tersebut berkaitan dengan keberadaan kawasan kebun yang digunakan pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman, salah satu penguasa Sumenep pada abad ke-19.

Sekretaris Desa Kebunan, Qurratul Aini, menjelaskan bahwa masyarakat setempat masih menyimpan cerita mengenai asal-usul nama desa tersebut.

“Desa Kebunan terbentuk pada zaman pemerintahan Sultan Abdurrahman, salah satu penguasa Sumenep di waktu itu,” kata Qurratul Aini kepada Media Center Diskominfo beberapa waktu lalu.

Berawal dari Kebun Bunga Keraton

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kawasan yang kini menjadi Desa Kebunan dahulu berfungsi sebagai area kebun bunga.

Tempat tersebut menjadi salah satu kawasan yang digunakan raja dan keluarga keraton untuk beristirahat. Keberadaan kebun itu kemudian melekat pada identitas wilayah hingga masyarakat mengenalnya dengan sebutan Kebunan.

Dalam bahasa Madura, masyarakat setempat mengenal istilah Kebbunan.

Jejak keberadaan kebun tersebut masih terasa hingga sekarang. Qurratul mengatakan warga Desa Kebunan masih membudidayakan berbagai jenis bunga yang memiliki nilai ekonomi.

Sebagian warga bahkan menjadikan bunga sebagai sumber penghasilan. Mereka memanfaatkan hasil tanaman tersebut untuk dijual sehingga tradisi yang berkaitan dengan tanaman bunga tetap bertahan di tengah perkembangan desa.

“Dijual, jadi sebagian warga memanfaatkan bunga atau kembang itu sebagai usaha,” ujarnya.

Bekas Kebun Keraton Masih Ada

Cerita mengenai kebun pada masa keraton tidak sepenuhnya hilang. Menurut Qurratul, lokasi yang diyakini sebagai bekas kawasan kebun keraton masih dapat ditemukan hingga kini.

Lokasinya berada tepat di belakang Balai Desa Kebunan.

Masyarakat sekitar masih menganggap kawasan tersebut sebagai lokasi yang memiliki nilai khusus. Bahkan, sebagian warga memandangnya sebagai tempat keramat yang menyimpan jejak sejarah masa lalu.

Keberadaan lokasi tersebut menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Kebunan mengenai hubungan wilayah mereka dengan sejarah Keraton Sumenep.

Desa Kebunan Memiliki Tiga Dusun

Selain memiliki cerita sejarah, Desa Kebunan juga mempunyai wilayah yang cukup luas. Berdasarkan data desa, luas wilayah Kebunan mencapai sekitar 250 hektare.

Wilayah tersebut terbagi menjadi tiga dusun, yakni:

Dusun Senmasen

Dusun Karajjan

Dusun Longgara

Desa Kebunan berbatasan dengan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kota Sumenep dan sekitarnya.

Di sebelah utara, Kebunan berbatasan dengan Desa Tenonan. Sementara di sisi timur berbatasan dengan Desa Bangkal.

Bagian selatan berbatasan dengan Desa Pamolokan, sedangkan sisi barat berbatasan dengan Desa Lalangon.

Delapan Kepala Desa Memimpin Kebunan

Catatan pemerintahan desa menyebutkan bahwa Kebunan telah dipimpin oleh delapan kepala desa atau yang dalam istilah Madura dikenal sebagai kalebun.

Kepemimpinan desa tersebut dimulai dari Karyoyudo, kemudian Rachmad Salam, Dahlan, Slamet Riyadi, Zaini, Abdur Rahman, Waki’ah, hingga Abdur Rahman yang kembali memimpin pada era saat ini.

Rangkaian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Desa Kebunan dalam mempertahankan identitasnya dari masa ke masa.

Di tengah perkembangan wilayah perkotaan Sumenep, cerita tentang nama Kebunan, keberadaan bekas kebun keraton, serta tradisi warga memanfaatkan bunga sebagai mata pencaharian menjadi warisan lokal yang menarik untuk terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *