Sejarah Yayasan Annibros Giligenting: Jejak Perjuangan K.H. Anwarudin Membangun Pendidikan

Perjalanan 30 tahun Yayasan Annibros dalam mengembangkan pendidikan Islam melalui MI Annibros II, MTs Anwarudin, dan SMK Anwarudin
Fiqriyatul Hasanah saat membacakan narasi sejarah Yayasan Annibros yang didirikan atas perjuangan dan pengabdian K.H. Anwarudin dalam bidang pendidikan dalam acara puncak wisuda purnasiswa

FALIHMEDIA.COM – Setiap kisah pasti memiliki kesah, perjalanan demi perjalanan yang sudah dilalui akan menjadi pelajaran penting dan bekal untuk terus berbenah.

30 tahun sudah Yayasan Annibros berdiri, menjawab segala bentuk keresahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks.

1992 adalah awal dari sekian rentetan sejarah, dari tiada menjadi ada, dari biasa menjadi istimewa, Semua adalah fitrah. Selama ada niat usaha, perjuangan yang tak mengenal lelah, dan lebih-lebih doa tanpa jeda, di tahun itulah sebuah lembaga yang hari ini sudah memasuki usia ke-29 tahun berdiri.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annibros II namanya, lembaga ini muncul sebagai oase di tengah hurun yang di kemudian hari diharapkan bisa menjadi obat dahaga ilmu bagi masyarakat di sekitarnya. Hal ini tidak lepas dari perjuangan dan doa seorang kiai yang kharismatik.

Baca juga: Menbud Fadli Zon Luncurkan Buku Kartu Pos Bergambar Samarang di Kota Lama Semarang

Kiai Haji Anwarudin namanya, tokoh masyur yang namanya terpahat dan abadi di dalam hati semua santrinya, kami sudah mencoba apa yang kami bisa, namun kerja belum selesai, belum menghasilkan apa-apa.

Perjuangan tidak selesai sampai di situ, tahun 2007 merupakan lembaran baru bagi perjalanan dan pelajaran di kisah Yayasan Annibros, Karena di tahun itulah Madrasah Tsanawiah (MTs) Anwarudin lahir.

Selayaknya bayi yang baru lahir, kami masih belajar merangkak, belajar berjalan, menempa diri untuk dapat berlari dengan baik, tanpa harus meninggalkan kawan, sahabat, saudara, dan kerabat.

Baca juga: MI Annibros 1 Giligenting Gelar Yudisium dan Pelepasan Siswa, 16 Peserta Didik Lulus Tahun Ajaran 2025/2026

Setiap waktu doa-doa dilangitkan, dan di salah satu sujud kami yang basah, kami selalu sisipkan munajat kepada Tuhan, bantulah kami menjaga tempat barokah ini, jagalah hati kami agar tetap ikhlas di tengah-tengah kerasnya kehidupan, dan kebodohan kami membaca takdir, sebab takdir adalah kesunyian masing-masing.

Sebagai makhluk yang penuh dengan alfa, kami lupa membaca langkah, keliru mengeja kata, salah menghitung angka, kami lupa bahwa setiap waktu sejarah bisa terukir, kisah-kisah baru dapat muncul.

Baca juga: K. Hasanuddin: Ulama Kharismatik Penyebar Islam di Giligenting

Kemudian pada tahun 2016, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Anwarudin lahir, dan sejarah baru pun kembali siap diceritakan. Terima kasih Kiai Haji Anwarudin, hanya Fatihah yang mampu kami hadiahkan kepadamu, semoga barokahmu tetap menjaga kami, menjadi tempat yang subur untuk orang-orang yang dahaga ilmu pengetahuan.

Setiap sejarah pasti memiliki anaknya masing-masing, setiap waktu pasti memiliki pahlawannya sendiri, maka kami akan terus melangkah dengan senyum lebar, dengan rasa optimis, dengan penuh harapan panjang.

Malam ini, rembulan begitu sumringa melihat semangat anak-anak menyibak gerbana, doa terpanjat menembus lapisan langit, harapan terhampar memenuhi dada mereka, lalu kesempatan manakah yang telah kau sia-siakan untuk dapat mencapai puncak dan meraih cita-cita.

Baca juga: Napak Tilas Isyarat Pendirian NU Digelar, Dzurriyah Muassis Telusuri Jejak Sejarah dari Bangkalan ke Jombang

sementara itu, orang tua mereka tak pernah lelah bermunajat kepada Tuhan, agar anak-anaknya menjadi purnama bagi peradaban.

harapan-harapan mereka hidup untuk memenuhi setiap rongga tubuh menjadi nafas, menjadi ruh, menjadi ilmu. Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, ketika kesungguh-sungguhan sudah membulat di hatinya, bukan hanya manusia langit dan bumi pun akan mendoakan kesuksesannya, Semangat yang tetap menyala meski terlampau banyak persoalan yang menjadi kendala.

Karya : A. Fauzi
pembaca Narasi :  Fiqriyatul Hasanah

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *