BANGKALAN – Program Bhakti TNI Angkatan Darat (AD) Tahun 2026 untuk wilayah Madura resmi dimulai melalui upacara pembukaan di Alun-Alun Bangkalan, Senin (6/7/2026). Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur sosial, budaya, dan hiburan sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan masyarakat.
Pembukaan program tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, Forkopimda Bangkalan, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Pulau Madura.
Suasana semakin meriah dengan berbagai kegiatan, mulai dari pawai karnaval, pertunjukan musik tradisional Ul Daul khas Madura, aksi rolling thunder komunitas motor kustom, bazar produk unggulan UMKM, bakti sosial, hingga pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Baca juga: BPRS Bhakti Sumekar Hidupkan Semangat Ekonomi Lokal Lewat Bazar UMKM dan Pasar Murah di Hari Jadi Sumenep ke-756
Sebagai tanda dimulainya Program Bhakti TNI AD 2026, Gubernur Jawa Timur bersama Pangdam V/Brawijaya melakukan penyematan tanda pelaksanaan kepada perwakilan peserta upacara dan menempelkan “Peta Emas Jawa Timur”. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pelaksanaan program di wilayah Madura.
Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menjelaskan bahwa Program Bhakti TNI AD 2026 merupakan implementasi nyata Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sekaligus bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat.
Menurutnya, pemilihan Madura sebagai lokasi pelaksanaan didasarkan pada komitmen TNI AD untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah yang memiliki potensi besar sekaligus masih membutuhkan penguatan infrastruktur dan fasilitas publik.
Baca juga: Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad, Perkuat Tradisi Kepemimpinan TNI AD
“Melalui Bhakti TNI ini, kita memiliki target pembangunan yang komprehensif. Pada sasaran fisik akan dibangun 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beserta fasilitas MCK, rehabilitasi 12 sekolah, serta 4 panti asuhan,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin.
Selain pembangunan fisik, Program Bhakti TNI AD 2026 juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Berbagai kegiatan sosial yang menyertai program ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Melalui pelaksanaan Program Bhakti TNI AD 2026, pemerintah bersama TNI berharap pembangunan di wilayah Madura dapat berjalan lebih cepat, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.














