SUMENEP – Rudy Saladin meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan dua dusun di Desa Ambunten Tengah dan Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Selasa (19/5/2026).
Kunjungan kerja Pangdam V/Brawijaya tersebut menjadi bentuk dukungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat terhadap pembangunan infrastruktur pedesaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pangdam bersama rombongan tiba di Desa Ambunten Timur menggunakan helikopter Bell 412 dan disambut jajaran Forkopimda serta masyarakat setempat.
Selain meninjau pembangunan jembatan, Pangdam juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat dan santunan bagi anak yatim.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Rudy Saladin mengapresiasi sinergi antara Kodim 0827/Sumenep, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut.
Baca juga: Kodim 0827/Sumenep Gelar Upacara 17 Oktober, Dandim Sampaikan Amanat Panglima TNI
“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Dandim bersama jajaran serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Ini bentuk gotong royong yang luar biasa demi membuka akses dan membantu kehidupan masyarakat desa,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan Jembatan Perintis Garuda sejalan dengan perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto, terhadap pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan mempermudah akses dan konektivitas antar desa serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian dan peternakan.
“Jembatan ini sangat membantu pengangkutan hasil pertanian, pupuk, dan aktivitas masyarakat sehari-hari,” katanya.
Pangdam juga mengingatkan masyarakat agar merawat jembatan dengan baik dan tidak menggunakannya melebihi kapasitas beban agar usia pakainya lebih panjang.
Sementara itu, Dandim 0827/Sumenep, Citra Persada, menjelaskan pembangunan jembatan menjadi solusi bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan akses akibat rusaknya jembatan lama sejak 1998.
Baca juga: TMMD ke-121 di Sumenep: Membangun Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong untuk Percepatan Pembangunan Daerah
Menurutnya, jembatan tersebut akan memangkas waktu perjalanan warga sekaligus mengurangi risiko saat menyeberangi sungai.
“Selama puluhan tahun masyarakat mengalami keterbatasan akses setelah jembatan bambu lama roboh akibat bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas warga di wilayah tersebut bekerja sebagai petani dan peternak sehingga keberadaan jembatan akan mempermudah distribusi hasil produksi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Danrem 084/Bhaskara Jaya Kohir, Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra, Kapolres Sumenep Anang Hardiyanto, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin, Kajari Sumenep Nislianudin, jajaran Forkopimka Ambunten, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.














