SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mematangkan persiapan program mudik gratis 2026 dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Rapat Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah, Rabu (4/3/2026).
Asisten II Ekonomi Pembangunan Setdakab Sumenep, Abdul Madjid, menegaskan seluruh elemen terkait terus memperkuat komunikasi agar pelaksanaan mudik gratis berjalan lancar dan nyaman.
“Dengan komunikasi intens dari seluruh pihak, mudik gratis yang kami rencanakan untuk membantu masyarakat Kabupaten Sumenep di perantauan bisa berjalan lancar dan nyaman sesuai harapan bersama,” tegasnya.
Pemkab Sumenep mengidentifikasi sejumlah potensi kendala sejak awal, mulai dari aspek ketertiban dan keamanan peserta, keterlambatan jadwal armada, hingga faktor cuaca.
Abdul Madjid menyebut, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumenep, musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga akhir April 2026.
“Antisipasi sejak awal akan meminimalisir seluruh potensi kendala saat pelaksanaan mudik gratis, baik melalui jalur darat maupun laut,” ujarnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Sumenep kembali menyediakan transportasi darat untuk rute Jakarta–Sumenep menggunakan armada bus. Keberangkatan dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan layanan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan sesuai jadwal pelayaran yang telah ditetapkan.
Khusus bagi masyarakat kepulauan, Pemkab Sumenep juga telah merealisasikan program mudik santri gratis selama Ramadan. Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan ikatan alumni pondok pesantren guna membantu para santri kembali ke kampung halaman.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi intensif antarinstansi, Pemkab Sumenep menargetkan program mudik gratis 2026 mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh peserta.













