Ning Lia Apresiasi KPU Jatim, Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Capai 70,06 Persen

Avatar of Oki Suliyoni
Lia Istifhama bersama Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi membahas peningkatan partisipasi pemilih Pilkada Jawa Timur 2024.
Anggota DPD RI Jawa Timur Lia Istifhama bersama Ketua KPU Jawa Timur Aang Kunaifi dalam pertemuan membahas pengawasan penyelenggaraan pemilu.

SURABAYA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Apresiasi tersebut disampaikan Ning Lia saat melakukan pertemuan dengan jajaran KPU Jatim dalam rangka pengawasan Komite I DPD RI terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Jumat (30/10/2026).

Kerjasama Media

Dalam pertemuan tersebut, Ning Lia menyoroti tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024 yang mencapai 70,06 persen.
Berdasarkan data KPU Jatim, jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya tercatat sebanyak 21.937.202 orang.
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan Pilgub Jawa Timur 2018 yang mencatatkan tingkat partisipasi sebesar 67,39 persen.
Menurut Ning Lia, peningkatan partisipasi pemilih merupakan capaian positif yang patut diapresiasi. Hal itu menunjukkan adanya upaya penyelenggara pemilu dalam mendorong keterlibatan masyarakat untuk menggunakan hak politiknya.
Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas demokrasi.
Keberhasilan meningkatkan angka kehadiran pemilih, lanjutnya, tidak terlepas dari kerja bersama seluruh jajaran penyelenggara pemilu, mulai dari kegiatan sosialisasi, pendidikan pemilih hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain membahas capaian partisipasi pemilih, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menginventarisasi berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemilu.
Pembahasan mencakup pelaksanaan regulasi kepemiluan, kendala teknis serta tantangan kelembagaan yang dihadapi KPU dalam menjalankan tugas di lapangan.
Ketua KPU Jawa Timur, Aang Kunaifi, menyambut baik kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh anggota DPD RI tersebut.
Menurut Aang, pertemuan itu menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun ruang diskusi antara penyelenggara pemilu dengan lembaga perwakilan daerah.
Ia juga berharap Kantor KPU Jawa Timur ke depan dapat semakin representatif dalam menunjang aktivitas kelembagaan, terutama berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan pelaksanaan berbagai tahapan pemilu.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota KPU Jawa Timur, yakni Miftahur Rozaq, Eka Wisnu Wardhana, Nur Salam, Habib M. Rohan, dan Choirul Umam.
Melalui pertemuan tersebut, Ning Lia berharap hubungan dan koordinasi antara DPD RI dengan KPU Jatim terus diperkuat.
Menurutnya, pembangunan demokrasi yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Diperlukan pula penyelenggaraan pemilu yang profesional, pelayanan publik yang baik serta kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap proses demokrasi.
Peningkatan partisipasi pemilih dalam Pilkada Jawa Timur 2024 diharapkan menjadi modal positif untuk memperkuat kualitas demokrasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *