SUMENEP – Pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2024 semakin dekat. Menjelang pesta demokrasi tersebut, berbagai pihak menyatakan komitmen menjaga keamanan dan kondusivitas melalui Deklarasi Damai Pilkada Sumenep 2024.
Deklarasi Damai Pilkada Serentak 2024 tingkat Kabupaten Sumenep digelar di Gedung Sanika Satyawada Polres Sumenep, Senin (19/8/2024).
Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso mengajak seluruh elemen masyarakat berkaca pada pelaksanaan Pemilu Februari 2024 yang berlangsung damai dan kondusif.
“Pilkada di Kabupaten Sumenep tinggal menghitung hari. Tentunya kita harus berkaca pada Pemilu Februari lalu, bisa diselenggarakan damai dan kondusif,” kata Henri.
Semua Pihak Diminta Jaga Kondusivitas
Henri mengapresiasi Forkopimda, organisasi masyarakat (ormas), penyelenggara pemilu, serta berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen menyukseskan Pilkada Serentak 2024.
Menurutnya, keberhasilan pilkada tidak hanya bergantung pada penyelenggara. Partai politik, pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat sipil, dan warga juga memiliki peran penting dalam menjaga proses demokrasi.
“Kesuksesan pilkada serentak tidak terlepas dari peran dan komitmen semua pemangku kepentingan, mulai dari penyelenggara pilkada, partai politik, Forkopimda, masyarakat madani (civil society), dan tentunya warga sebagai aktor utama demokrasi kita,” ucapnya.
Kapolres menegaskan, deklarasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas. Menurutnya, deklarasi menjadi pengikat komitmen bersama untuk mewujudkan pilkada yang demokratis, jujur, adil, aman, kondusif, dan berkualitas.
“Berkualitas di sini mengandung makna semua proses pilkada dijalankan sesuai prosedur dan transparan, sehingga hasil pilkada diterima oleh semua pihak dan memiliki tingkat kepercayaan publik dan otomatis pemimpin yang dihasilkan pun memiliki legitimasi kuat dari rakyat,” ujarnya.
Komitmen Tolak Provokasi dan Hoaks
Melalui deklarasi tersebut, seluruh pihak berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian selama tahapan Pilkada Sumenep berlangsung.
Henri berharap kondisi yang aman dan kondusif dapat mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Dengan menjaga kondusivitas, kita tidak hanya mendukung terciptanya suasana yang aman dan damai, tetapi juga turut serta dalam upaya mencapai tujuan jangka panjang Kabupaten Sumenep sebagai kota yang maju dan berkelanjutan,” tandasnya.
Ia menjelaskan, deklarasi juga bertujuan menciptakan iklim politik dan kehidupan demokrasi yang kondusif di Kabupaten Sumenep.
“Tujuannya adalah menyatukan komitmen semua pihak terkait dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pilkada berlangsung,” ucapnya.
Deklarasi Diikuti Berbagai Elemen
Deklarasi Damai Pilkada Sumenep 2024 diikuti berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.
Di antaranya Ketua FKUB, Ketua MUI, Ketua PCNU, Ketua PD Muhammadiyah, perwakilan BEM, Ketua IPSI, Ketua AKD, Ketua PWI, perwakilan rektor, perwakilan jurnalis, GP Ansor, ketua partai politik, ketua ormas, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, serta Forkopimda Kabupaten Sumenep.
Dalam deklarasi tersebut, para pihak menyampaikan sejumlah komitmen bersama.
Isi Deklarasi Damai Pilkada Sumenep
- Mendukung dan membantu jajaran TNI/Polri dalam rangka menjaga keamanan serta menyukseskan Pilkada Serentak 2024 di wilayah Kabupaten Sumenep agar berlangsung aman dan damai.
- Menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
- Menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan serta tindakan yang mencederai pesta demokrasi.
- Bersama-sama menangkal berita hoaks dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya Pilkada Serentak 2024 di wilayah Kabupaten Sumenep.
Dengan deklarasi tersebut, seluruh elemen yang terlibat diharapkan dapat menjaga suasana demokrasi tetap aman dan damai hingga seluruh tahapan Pilkada Sumenep 2024 selesai.















