GIANYAR – Masyarakat Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, mengungkapkan keresahan terhadap dugaan penipuan melalui telepon yang mencatut nama anggota kepolisian. Warga juga menyoroti potensi pencurian serta perlunya peningkatan pengawasan keamanan lingkungan.
Berbagai persoalan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rembug Warga dan Poliran yang diselenggarakan Polres Gianyar melalui program Quick Wins Kapolri di Balai Serbaguna Pura Dalem Desa Adat Tengkulak Kelod, Desa Kemenuh, Jumat (30/10/2026).
Dalam forum dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain dugaan penipuan oleh orang yang mengaku sebagai polisi, masyarakat meminta perhatian terhadap potensi tindak pencurian dan pentingnya pendataan penduduk pendatang guna mencegah munculnya gangguan keamanan.
Perbekel Desa Kemenuh, Dewa Nyoman Neka, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemuan langsung antara kepolisian, perangkat desa, dan masyarakat menjadi sarana penting untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan setempat.
Ia berharap komunikasi dan kerja sama seluruh pihak terus diperkuat agar situasi keamanan desa tetap terjaga.
Melalui kegiatan Rembug Warga dan Poliran, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat diharapkan dapat segera dicarikan solusi bersama. Dengan demikian, potensi tindak kriminalitas bisa diantisipasi sejak dini.
Kapolres Gianyar Minta Masyarakat Waspada Penipuan
Menanggapi keluhan warga, Kapolres Gianyar AKBP James Rajagukguk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai anggota kepolisian, terutama ketika menghubungi melalui sambungan telepon dengan informasi yang mencurigakan.
Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai informasi maupun permintaan dari orang yang mengatasnamakan institusi kepolisian tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Kapolres juga mengajak masyarakat segera melakukan verifikasi apabila menerima telepon atau pesan yang diragukan kebenarannya.
Selain mewaspadai modus penipuan, warga didorong untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan melalui pelaporan dini apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
Penguatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) juga menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan secara bersama-sama.
Pendataan penduduk pendatang oleh perangkat desa sesuai ketentuan yang berlaku turut dinilai penting untuk mendukung pengawasan dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kapolres menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Ia mengajak warga untuk saling peduli, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pihak kepolisian.
Keberadaan Bhabinkamtibmas di setiap desa juga menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Melalui peran tersebut, kepolisian diharapkan dapat memberikan pelayanan lebih cepat sekaligus mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak awal.
Kegiatan Rembug Warga dan Poliran di Desa Kemenuh diharapkan menjadi ruang komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat dan kepolisian, sehingga persoalan keamanan dapat ditangani secara bersama demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.















