Prabowo Ingatkan Demokrasi Bisa Dibajak Kekuatan Uang dan Teknologi

Presiden Prabowo Subianto saat HUT ke-28 PAN di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok. YouTube PAN TV)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi pembajakan demokrasi oleh kelompok yang memiliki kekuatan ekonomi besar. Menurut Prabowo, kekuatan finansial dapat digunakan untuk memengaruhi politik, aparat negara, hingga opini publik melalui media sosial.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan dukungannya terhadap demokrasi dan reformasi sejak dirinya masih menjadi prajurit TNI. Namun, ia meminta semua pihak tetap waspada terhadap berbagai ancaman yang dapat memengaruhi proses demokrasi.

“PAN, tokoh-tokoh PAN memimpin reformasi. Kita, cita-cita kita sama. Kita ingin demokrasi. Jangan salah, saya di tentara, saya mendukung demokrasi. Saya mendukung reformasi,” kata Prabowo.

Prabowo Soroti Pengaruh Uang terhadap Politik

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa demokrasi dapat dibajak oleh pihak yang memiliki sumber daya finansial besar. Ia secara khusus menyoroti penggunaan uang yang diperoleh melalui cara yang disebutnya tidak halal untuk memengaruhi berbagai pihak.

“Kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak. Demokrasi bisa dibeli,” ujar Prabowo.

Ia menyebut kelompok dengan kekuatan ekonomi besar dapat berusaha memengaruhi tokoh politik maupun pejabat di berbagai institusi negara melalui praktik suap.

“Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita. Mereka mau beli, nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden,” katanya.

Pernyataan tersebut merupakan peringatan yang disampaikan Prabowo dalam konteks pentingnya menjaga demokrasi dari pengaruh kekuatan finansial.

Media Sosial Jadi Perhatian Prabowo

Selain kekuatan uang, Prabowo menyoroti penggunaan teknologi dan media sosial untuk memengaruhi masyarakat.

Ia menyebut penggunaan buzzer dan robot sebagai salah satu cara yang menurutnya dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang merusak atau fitnah kepada masyarakat.

“Dengan uang mereka memelihara apa itu algoritma, pakai buzzer-buzzer, robot-robot, anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak. Coba mereka pengaruhi dengan fitnah,” ujar Prabowo.

Prabowo mengaitkan perkembangan teknologi informasi dengan bentuk konflik modern. Menurut dia, konflik saat ini tidak selalu berlangsung melalui pengerahan pasukan, tetapi juga dapat berlangsung melalui ruang digital dan penyebaran informasi.

“Ini adalah termasuk perang. Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak. Pertama dia rusak dengan sosmed-sosmed yang nggak bener,” tuturnya.

Prabowo Bicara soal Loyalitas Pendukung

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh politik yang tetap berada di sisinya ketika dirinya menghadapi kekalahan dalam perjalanan politik.

Ia menilai loyalitas dari orang-orang yang tetap mendukung ketika berada dalam posisi sulit memiliki arti penting dalam perjalanan politik.

Prabowo mengaku tersentuh ketika melihat kembali hubungan dengan para pendukungnya yang tetap bertahan dalam situasi tersebut.

“Saya baru sadar ya, kawan di saat kalah itu kawan yang sulit dicari,” ujarnya.

Presiden juga mengatakan nilai perjuangan membutuhkan keberanian, ketabahan, ketegaran, dan kesetiaan. Dalam keterangan resmi terkait acara tersebut, pemerintah menyebut Prabowo menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai tersebut dalam perjuangan untuk bangsa dan negara.

Prabowo Klaim Pemerintah Sudah Jalankan Langkah Besar

Menjelang dua tahun pemerintahan, Prabowo juga berbicara mengenai sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah bersama koalisi pendukungnya.

Ia mengaku bahagia dapat memimpin koalisi pemerintahan dan menyebut pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah yang menurutnya berdampak kepada masyarakat.

“Saya merasa bahagia bersama koalisi yang saya pimpin. Karena ternyata koalisi kita yang sedang megang tanggung jawab pemerintahan kita sebelum dua tahun, tinggal berapa minggu lagi pas dua tahun, kita telah buktikan kepada rakyat Indonesia kita telah melakukan langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang dirasakan oleh rakyat semua,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam rangkaian pidatonya pada HUT ke-28 PAN. Acara tersebut menjadi forum bagi Presiden untuk menyampaikan pandangannya mengenai demokrasi, perkembangan teknologi informasi, loyalitas politik, serta perjalanan pemerintahannya menjelang dua tahun masa pemerintahan.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *